Apa Itu Startup? Ketahui Tips Memulai Bisnis Startup Ini!

Istilah bisnis startup seringkali kita dengar. Namun, apa sebenarnya bisnis startup itu?

Untuk memahami apa itu startup, kata startup sendiri diambil dari bahasa Inggris yang berarti proses memulai sebuah organisasi baru ataupun sebuah usaha bisnis.

Startup lebih merujuk pada perusahaan yang masa beroperasinya belum lama. Perusahaan ini sebagian besarnya merupakan perusahaan yang baru saja didirikan serta masih berada di fase pengembangan dan juga penelitian guna menemukan segmen pasar yang tepat.

Secara singkat, apa itu startup dapat diartikan sebagai perusahaan baru yang tengah dikembangkan. Istilah startup mulai dihubungkan dengan web, internet serta teknologi, terutama pada akhir dari tahun 90an serta awal tahun 2000an.

Awal Mula Munculnya Istilah Start-Up

Mengapa startup seringkali dihubungkan dengan internet? Hal ini tak terlepas dari istilah startup itu sendiri yag populer secara internasional di masa buble dot com. Fenomena bernama buble dot com ini adalah masa di mana banyak perusahaan dengan domain dot com didirikan secara bersamaan.

Di masa antara tahun 1998 dan 2000 itu, banyak perusahaan yang membuka websitenya secara pribadi. Makin banyak pula orang yang mengenal internet dan melihatnya sebagai ladang baru dalam memulai bisnis. Pada saat inilah, bisnis dan istilah startup mulai lahir serta berkembang.

Startup tak sekedar perusahaan baru di mana usaha yang dijalankan bersentuhan dengan dunia maya serta teknologi. Startup juga dapat berupa perusahaan terkait jasa dan juga pergerakan ekonomi rakyat. Startup dapat menjadi usaha mandiri yang berdiri tanpa adanya bantuan korporasi yang telah lebih besar serta mapan.

Pic Source: Pixabay.com

Setelah mengetahui apa itu startup, saatnya kita mengetahui karakteristik sebuah perusahaan startup.

Sebuah perusahaan disebut startup apabila usianya masih kurang dari tiga tahun, jumlah pegawa di dalamnya kurang dari dua puluh orang, pendapatan per tahunnya kurang dari seratus ribu dollar, masih dalam tahap perkembangan, beroperasi pada bidang teknologi, produknya berupa aplikasi digital serta beroperasi melalui website.

Dari karakteristik di atas, startup memang lebih condong ke perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan bersentuhan dengan internet. Hingga kini pun, sebagian besar dari perusahaan startup yang ada di Indonesia bergerak di bidang teknologi serta website.

Perkembangan startup Indonesia dapat dikatakan cukup pesat serta menggembirakan. Setiap tahunnya, bahkan setiap bulan, hampir selalu muncul founder startup baru.

Menurut data yang dihimpun dari dailysocial.net, kini telah terdapat sebanyak setidaknya seribu lima ratus startup lokal di Indonesia. Salah satu faktor yang membuat perusahaan startup tumbuh subur di Indonesia adalah potensi pengguna internet di Indonesia yang juga semakin naik tiap tahunnya.

Menurut riset, di tahun 2013 saja pengguna internet di Indonesia mencapai tujuh puluh juta orang. Inilah yang membuat startup Indonesia sangat berkembang. Selain itu, daya beli yang dimiliki masyarakat kita juga terus meningkat seiring naiknya tingkat pendapatan per kapita masyarakat.

Perusahaan StartUp di Indonesia

Startup Indonesia sendiri dapat dikategorikan menjadi tiga macam. Pertama adalah startup pencipta game, kedua adalah startup aplikasi edukasi dan ketiga adalah startup perdagangan. Termasuk dalam startup perdagangan ini ialah e-commerce dan juga informasi.

Startup game dan juga aplikas edukasi memiliki pasar yang terbuka dan juga potensial di Indonesia. Hal ini terutama karena proses dari pembuatan game dan juga aplikasi yang terbilang relatif mudah.

Pasar untuk game memang terbuka lebar seiring dengan semakin berkembangnya media sosial dan juga smartphone. Sementara startup berbasis e-commerce serta informasi terbilang cukup besar tantanganny. Namun, startup informasi justru dapat berkembang pesat.

Di Indonesia sendiri kita dapat dengan mudah menemukan komunitas founder startup. Di antaranya adalah Bandung Digital Alley, Inkubator Bisnis Semarang, Stasion di Malang dan Jogja Digital Alley.

Baca juga: Bisnis Online Tanpa Modal dengan Untung Maksimal

Baca juga: Berbagai Cara Mendapatkan Uang Online Secara Mudah dari Rumah!

Adanya komunitas ini akan memudahkan untuk para founder dalam melakukan sharing, saling membimbing hingga menjaring investor. Para founder juga bisa mengikuti kompetisi yang diadakan oleh perusahaan besar guna menjadi investor mereka.

Hal utama dalam mendirikan startup yang harus diperhatikan di antaranya adalah tim solid. Tim yang solid akan dapat memunculkan serangkaian ide-ide baru yang inovatif serta kreatif. Ide serta eksekusi yang tepat akan membuat para founder tidak merasa kesulitan dalam menarik minat masyarakat dan juga mencari investor.

Tak jarang pula sebuah startup mengalami kegagalan. Namun, kegagalan dari usaha startup tidak boleh dipandang sebagai hal yang negatif. Masih ada sisi positif dalam gagalnya membangun sebuah startup.

Apabila founder startup mengalami kegagalan, maka ia bisa menjadikan kegagalan itu sebagai sarana belajar serta memperbaiki kesalahannya di lain waktu.

Mendirikan startup juga dapat menggunakan konsep trial and error yang kita kenal pada umumnya.

Membangun perusahaan hingga sukses serta menghasilkan banyak yang dan juga menciptakan lapangan kerja baru memang impian dari banyak orang. Namun, perlu diingat juga bahwa kesuksesan tidak dapat diraih dalam waktu sekejap saja.

Proses yang panjang dan juga penuh oleh tantangan akan kita hadapi di tengah jalan. Sebelum memulai bisnis diperlukan pengalaman, perencanaan yang matang serta pengetahuan terkait bagaimana menjalankan bisnis tersebut.

Setidaknya, kita harus tahu apa saja dasar-dasar dalam membangun startup Indonesia agar berkembang dan berjalan dengan baik.

Cara Memulai Bisnis Startup yang Sukses

Berikut adalah enam hal yang harus kita perhatikan terkait cara memulai bisnis startup.

  • Ide

Pertama tentukan terlebih dahulu ide dari startup yang akan kita mulai. Ide merupakan instrumen dasar dalam mendirikan sebuah startup. Ide sebenarnya tidak perlu muluk-muluk, asalkan brilian dan realistis. Artinya, ide yang kita cetuskan haruslah aplikatif serta bermanfaat.

Contoh sederhana adalah ide yang akan membuat belanja kebutuhan sehari-hari menjadi lebih mudah. Contoh nyata dari ide sederhana yang realistis dan bermanfaat ini adalah Facebook yang didirikan oleh Mark Zuckerberg.

Saat itu, ide dasar dari Facebook adalah situs sederhana berisi profil dari teman-temannya yang berkuliah di Universitas Harvard. Mark melihat bahwa hal yang sedang diperlukan kala itu adalah media guna bertukar informasi serta agar para mahasiswa dapat saling mengenal satu sama lain.

  • Tim

Kedua, cara memulai bisnis startup juga tak lepas dari sumber daya manusia yang terlibat saat kita tengah mendirikan startup. Kita harus bisa menentukan berapa jumlah ideal untuk founder startup kita dan seperti apa saja orang-orang yang diperlukan dalam tahap awal pengembangannya.

Jika kita berpikir untuk menjadi seorang single fighter dan membangun startup seorang diri sejak awal, maka ketahuilah bahwa hal ini bukan pilihan bijak. Akan ada banyak kerugian yang didapat dengan mendirikan startup seorang diri.

Carilah rekan yang dapat dipercaya dan memiliki visi misi sama dalam mendirikan startup. Bantuan rekan ini terutama akan sangat berguna baik secara moral maupun intelektual bagi perkembangan startup ke depannya. Idealnya, sebuah startup dapat berjalan lancar apabila memiliki tiga orang founder.

Ketiga founder ini setidaknya akan membantu dengan keahlian masing-masing, yaitu programmer, marketing serta founder yang telah berpengalaman dalam menjalankan bisnis. Masing-masing founder akan memiliki fungsi serta tanggung jawab dalam mensukseskan startup.

  • Potential Market

Ketiga, cara memulai bisnis startup juga harus mengetahui apa yang diinginkan orang atau istilahnya adalah market fit. Jangan hanya berpikir mengenai produk atau jasa yang ditawarkan, namun kita juga harus melakukan riset serta validasi.

Jangan melihat ide sebagai peluang yang didasarkan pada asumsi pribadi. Lakukan riset secara lebih mendalam dan investasikan sejumlah dana agar proses validasi dapat dijalankan.

Salah satu faktor yang menyebabkan banyak startup mengalami kegagalan adalah karena foundernya mengabaikan proses riset serta validasi ini. Mereka bersikeras untuk membuat produk tanpa mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan oleh orang.

Apabila ide tidak berhasil dalam melewati tahap validasi, maka sebaiknya kita mencari ide lain atau mengubah rencana dari ide tersebut. Kegagalan dalam tahap ini akan dapat mendatangkan resiko kegagalan pada startup nantinya.

  • Modal

Keempat, startup Indonesia juga tak lepas dari sumber permodalan. Sebelum kita benar-benar berani dalam mengeluarkan tabungan sendiri guna membiayai startup, pertimbangkan terlebih dahulu mengenai berapa besarnya modal yang diperlukan dalam memulai proyek ini.

Perhitungan modal terutama adalah mulai dari tahap awal hingga startup bisa menghasilkan uang sendiri. Ukur kemampuan finansial kita dan jangan sampai proyek startup justru dapat membuat kita kehabisan modal.

Apabila kita merasa tidak mampu dalam mendanai proyek startup secara pribadi, maka carilah alternatif sumber permodalan lain. Kita bisa melakukan angel investor, venture capital, pinjaman bank dan lain-lain.

Masalah permodalan juga kadang menjadi alasan klasik mengapa sebuah bisnis startup mengalami kegagalan. Sehingga, urusan yang satu ini harus dipikirkan secara masak-masak.

  • Pengolahan Sumber Daya

Kelima, cermatlah dalam mengelola keuangan. Faktor penting dalam mengelola startup Indonesia adalah mempersiapkan tim yang dapat secara cermat mengelola keuangan. Tumbuh besar dan cepat serta mendapat banyak klien merupakan hal penting bagi sebuah startup, namun hal ini tidak lantas menjadi alasan untuk menghambur-hamburkan uang.

Beberapa pengeluaran mewah yang tidak seharusnya dihabiskan oleh startup yang baru dimulai di antaranya adalah sewa kantor mewah hingga memasang iklan secara berlebihan. Pengeluaran yang terlalu berlebihan ini dapat membuat modal terkuras habis bahkan sebelum startup mencapai break even point.

Startup harus lebih memfokuskan diri pada pengembangan produk, perbaikan dan penelitian serta membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Dana yang tersedia harus dapat digunakan dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan pendapatan perusahaan.

  • Motivasi yang Melandasi Startup

Keenam dan yang terakhir, startup Indonesia juga tak lepas dari hal apa sebenarnya yang menjadi motivasi kita dalam mendirikan startup.

Tentukan apakah kita hendak membuat startup dengan tujuan untuk bisnis, tuntutan idealisme, menciptakan produk baru yang akan dapat mengubah dunia, atau justru hanya sekedar mengikuti tren di dunia bisnis?

Contoh nyata dari poin keenam ini dapat kita lihat kembali dari startup Facebook yang didirikan oleh Mark Zuckerberg. Kala itu, Facebook yang baru berumur beberapa tahun diincar oleh sejumlah perusahaan besar. Salah satunya adalah Yahoo yang berniat membeli Facebook seharga satu miliar dollar. Namun, tawaran ini secara mengejutkan ditolak begitu saja.

Alasan Mark menolak ternyata kembali lagi pada idealismenya. Ia ingin membuat menciptakan aliran informasi yang terbuka bagi semua orang. Yang dipedulikannya adalah misi untuk membuat dunia menjadi lebih terbuka.

Bagaimana, siap memulai startup sendiri?

Leave a Reply