Beli Saham Tanpa Ribet? Begini Caranya!

“Hari gini masih takut ribet mau main saham?” atau “Anda tidak punya uang besar untuk beli saham?”

Jika kedua hal tersebut di atas menjadi penghalang Anda untuk membeli saham, buang jauh-jauh pikiran tersebut!

Saat ini, investasi saham bukan lagi hal yang eksklusif bagi beberapa kalangan pebisnis saja. Tetapi, siapa pun bisa memiliki saham. Ingat, siapa pun!

Baik Anda seseorang yang memang berjiwa bisnis, pekerja tetap namun ingin hasil tambahan, pengangguran yang ingin untung, atau bahkan ibu rumah tangga sekali pun bisa belajar cara membeli saham.

Sungguhnya, cara membeli saham adalah hal yang mudah, tentu saja, jika Anda mengerti cara mainnya.

Oleh karena itu, bagi Anda pemula yang sedang ingin coba-coba atau Anda yang benar-benar serius ingin mendapatkan untung lewat jual beli saham, baca lengkap artikel di bawah ini!

Apa Sih Investasi Saham Itu?

Beberapa dari Anda mungkin masih awam dengan dunia perjual-belian saham. Bahkan tidak tahu apa itu saham.

Terkadang Anda cuma mendengar kalau saham bisa menghasilkan untung yang sangat besar, tapi terkadang juga membuat seseorang rugi besar. Bukan begitu?

Nah, sebelum kita melangkah jauh belajar cara membeli saham, berikut sedikit info yang bisa Anda pelajari mengenai apa sih investasi saham itu.

Saham berbentuk surat berharga. Surat ini merupakan bukti kepemilikan seseorang atas sebuah badan usaha atau perusahaan.

Itu artinya, ketika membeli saham, maka secara resmi Anda akan menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut. Seberapa besar kepemilikan Anda juga akan ter-representasikan di dalam surat tersebut.

Lalu, bagaimana saham bisa memberikan Anda keuntungan?

Tentu saja ini merupakan pertanyaan yang paling penting sebelum seseorang memulai bisnis. Jawabannya singkat!

Saham merupakan bagian dari perusahaan. Oleh karena itu, keuntungan yang diperoleh perusahaan tentu akan menjadi hak pemilik modal atau pemegang saham, bukan?

Logikanya, ketika bisnis perusahaan bagus, maka nilai asetnya akan meningkat. Hal ini membuat nilai modal pun berkembang, sehingga laba bersih yang dihasilkan semakin banyak.

Laba inilah yang nantinya akan diberikan sebagai nilai apresiasi kepada pemegang saham.

Keuntungan tersebut lebih kerennya disebut dengan Capital Gain dan Deviden.

Capital Gain merupakan keuntungan yang diperoleh ketika nilai jual saham lebih tinggi dibandingkan nilai beli akibat adanya pertumbuhan nilai aset dan modalnya.

Sedangkan, deviden merupakan laba bersih perusahaan yang akan dibagikan kepada pemegang saham.

Dimana Tempat Kita Bertransaksi Saham?

Pertanyaan ini umum ditanyakan oleh investor pemula. Jika selama ini Anda membayangkan bahwa cara membeli saham seperti pembeli yang membeli barang dagangan di pasar, Anda salah besar! Mengapa demikian?

Seorang investor yang ingin membeli saham di bursa/pasar saham harus melalui seorang broker atau perusahaan sekuritas.

Keberadaan broker sudah diakui di dalam Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Di Indonesia sendiri terdapat ratusan perusahaan sekuritas mulai dari yang dimiliki BUMN, swasta, dan asing.

Segala transaksi saham di bursa saham menggunakan teknologi informasi dengan pembayaran melalui perbankan.

Nah, broker ini sebagai anggota bursa akan berperan mewakili Anda sebagai pelaku transaksi saham di bursa. Para broker/perusahaan sekuritas ini haruslah yang memiliki saham di PT. Bursa Efek Indonesia (BEI).

Di sini, Anda selanjutnya dapat melakukan jual beli saham melalui broker pilihan Anda.

Baca juga: Keuntungan dan Tips Beli Emas di Pegadaian

Baca juga: Serba-Serbi Tentang Proses Jual Beli Saham yang Harus Diperhatikan

Tips Sebelum Membeli Saham

Sudah paham apa itu investasi saham? Sudah tahu dimana Anda harus membeli saham?

Sebelum melangkah jauh untuk belajar mengenaicara membeli saham, mari terlebih dahulu kita belajar tips supaya investasi saham Anda lebih lancar kedepannya.

  1. Awali dengan Modal Secukupnya

Siapa bilang investasi awal harus menyiapkan uang dalam jumlah besar? Bagi pemula disarankan untuk memulai dengan modal kecil atau secukupnya terlebih dahulu saja.

Penting untuk menekankan proses belajar untuk mendalami pasar saham. Hal ini dilakukan agar Anda dapat terbiasa dengan software jual beli saham, analisis saham, dan sejenisnya.

Mengapa? Semuanya ini dilakukan untuk meminimalisir kerugian yang cukup besar akibat salah langkah. Jika Anda sudah punya pondasi kuat, maka pastinya jalan kedepan Anda semakin cerah!

  1. Pilih Saham yang Punya Fundamental Baik

Bagaimana cara mengetahui saham yang baik? Pada umumnya berupa saham blue chip dengan ciri-ciri sebagai berikut.

– dikenal oleh publik,

– punya usaha yang jelas,

– manajemen transparan,

– produknya laku di pasaran,

– tidak menanggung hutang, dsb.

Biasanya, saham blue chip terkoreksi saat pasar saham terkoreksi juga, tetapi setelah pulih maka saham blue chip akan bergerak naik terlebih dahulu serta lebih cepat dari lainnya.

Oleh karena itu, pastikan Anda jangan mudah tergiur oleh saham abal-abal yang pergerakannya tidak jelas.

  1. Diversifikasi Saham Anda

Di dalam cara membeli saham,membeli beberapa saham sangat membantu dalam membagi risiko dibandingkan cuma satu.

Jika Anda hanya membeli satu saham dan tiba-tiba harganya turun, maka kemungkinan besar Anda akan rugi, bukan?

Tetapi, jika Anda memiliki banyak saham, walaupun jumlahnya tidak besar, maka risiko kerugian mengecil. Jika satu saham turun, maka kemungkinan saham lain akan naik.

Jadi walaupun Anda rugi di satu sisi, tapi di sisi lain Anda masih menuai keuntungan.

  1. Mulailah Belajar Analisis Saham

Sebelum belajar cara membeli saham, Anda perlu belajar menganalisisnya terlebih dahulu. Analisis saham akan membantu menentukan keputusan beli atau jual suatu saham.

Secara ringkas, terdapat 2 teknik yang umum digunakan. Pertama, analisis teknikal, salah satunya menganalisis dengan pergerakan harga saham dengan chart.

Sedangkan yang kedua adalah analisis fundamental dengan mempelajari analisis sektor industri, makro ekonomi, harga wajar saham, dan lain sebagainya.

  1. Berfokus pada Keuntungan Jangka Panjang

Pasar saham sangat fluktuatif, sehingga sangat berisiko untuk mencari keuntungan jangka pendek. Biasanya, semakin lama berinvestasi, maka keuntungannya akan semakin meningkat.

Berdasarkan sejarah pasar saham, investasi saham jangka panjang dapat memberikan peluang return sebesar 12.9%.  Menggiurkan, bukan?

  1. Secara Berkala, Lakukan Analisis dan Review Portofolio

Kegiatan ini perlu ada lakukan secara rutin setidaknya setiap 3 bulan, 6 bulan, atau setahun sekali. Dari sini, Anda bisa mempelajari mana kinerja saham yang kurang bagus, seperti merugi atau tidak laku di pasaran.

Sehingga, kedepannya Anda bisa mengganti dengan saham yang lebih baik.

Langkah-Langkah Cara Membeli Saham

Langkah-langkah ini akan menjadi pelajaran mengenai cara membeli saham bagi pemuladi BEI yang mudah dipahami. Yuk, mari kita cek!

  1. Memilih perusahaan sekuritas yang tepat

Langkah pertama dalam mempelajari cara membeli saham adalah memilih perusahaan sekuritas yang tepat. Bagaimana kita mengetahui broker yang baik atau tidak?

Berikut kriteria yang bisa Anda jadikan patokan dalam memilih:

Cek modal setornya, apakah melebihi batas modal yang ditentukan Bapepam atau tidak. Karena, kelebihan ini akan menjadi patokan ukuran keberadaan likuiditas perusahaan.

  • Sistem pembayaran transaksi saham
  • Manajemen perusahaan
  • Tipe marketing perusahaan
  • Ada atau tidaknya riset perusahaan yang bisa diandalkan
  • Ada atau tidaknya lisensi lain seperti penjaminan emisi atau sekedar perantara pedagang efek
  • Seberapa sering diadakannya pertemuan rutin dengan investor

  1. Saatnya membuka rekening perusahaan

Biasanya, perusahaan akan menawarkan saldo awal minimal sebesar 5 juta rupiah. Kelengkapan yang diperlukan meliputi : foto copy identitas dan buku rekening tabungan, data alamat tempat tinggal dan usaha/pekerjaan, serta data ahli waris.

Ingat, rekening di perusahaan sekuritas harus terdaftar di bursa PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI). Hal ini menjamin adanya transparansi perusahaan sekuritas terhadap investor.

  1. Memperoleh persetujuan transaksi saham

Anda tidak bisa langsung membeli saham setelah membuka rekening. Anda harus menunggu dulu persetujuan resmi seperti izin untuk transaksi saham.

Cepat atau lamanya semua tergantung hasil pengenalan dan penyelidikan perusahaan sekuritas terhadap investor. Tentu saja, semua ini sudah diatur dalam peraturan Bapepam.

  1. Memilih saham

Dalam memilih saham, Anda harus rajin mengumpulkan informasi dan menganalisis mengenai perusahaan yang sahamnya hendak Anda beli dengan analisis fundamental.

Selanjutnya dengan analisis teknikal, Anda harus pintar-pintar menentukan timing yang tepat dalam melihat grafik saham. Apakah Anda perlu membelinya sekarang atau di waktu lain.

  1. Saatnya membeli saham

Terdapat 2 cara membeli saham:

  1. Melalui broker. Anda dapat melakukan pembelian baik secara langsung atau telepon melalui broker pilihan Anda.
  2. Melalui sistem online dengan aplikasi. Dibandingkan cara pertama, broker saat ini sudah banyak yang menyediakan fasilitas online kepada nasabah. Hal ini diperuntukkan dalam memberikan kemudahan dalam transaksi.

Minimal pembelian saham ini nantinya akan diatur dalam satuan perdagangan (lot) dengan satuan lembar. Harga saham akan dihitung per lembar. Sebagai contoh, 1 lot = 500 lembar.

Harga per lembar = Rp 30,000. Jadi total pembelian 1 lot (500 lembar) x Rp 30,000 = Rp 15,000,000.

  1. Setelah beli, kemudian jual!

Tujuan Anda membeli saham, tentunya untuk mendapatkan keuntungan dari penjualannya, bukan? Penting dicatat! Selalu perhatian pergerakan saham!

Jika harga saham Anda sudah lebih tinggi dibandingkan harga beli awal, maka sah bagi Anda untuk menjualnya.

Cara menjualnya juga sama dengan cara membelinya, lho! Cukup dengan melalui broker atau aplikasi online. Mudah, bukan?

Investasi Saham dengan Modal Nggak Sampe Jutaan, Mungkinkah?

Cara membeli saham konvensional umumnya membutuhkan modal setidaknya jutaan rupiah karena jumlah minimal lot yang besar.

Lalu, bagaimana dengan investor yang belum memiliki modal awal sebesar itu?

Inilah salah satu hal yang bisa Anda coba dalam mempelajari cara bermain saham dengan modal kecil dengan memanfaatkan sistem online.

Perlu dicatat, sejak tahun 2014 BEI sudah merilis kebijakan baru minimal pembelian saham per lot. Berita baiknya adalah jumlah minimal lot-nya dikurangi menjadi 100 lembar, lho!

Permasalahannya, adakah harga saham per lembar yang murah?

Tentu saja ada. Sebagai contoh, pada bulan November 2014, harga saham PT. Telkom Indonesia hanya Rp 3,000 per lembar. Sehingga total perhitungan pembelian saham menjadi 100 lembar x Rp 3,000 = Rp 300,000.

Wow, ternyata Anda tetap bisa membeli saham dengan modal cuma ratusan ribu rupiah, lho!

Cara membeli saham sebenarnya sangat mudah, seperti yang sudah Anda baca di atas.

Tetapi, hal yang sulit adalah menganalisis pergerakan saham tersebut. Oleh karena itu, keuletan dan ketelatenan yang diperlukan dalam investasi saham.

Namun tak perlu khawatir, dengan mengikuti panduan yang ada di situs ini, Anda akan lebih memahami konsep tentang investasi.

Leave a Reply