Cara Menghitung Bunga Deposito

Suku bunga deposito seringkali menjadi pilihan investasi bagi sebagian orang. Bahkan, mungkin ada sebagian dari kita yang ikut tertarik mencoba investasi jenis ini. Namun sebelum memilih investasi ini, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara menghitung bunga deposito.

Selain cara menghitung, kita juga harus tahu berapa keuntungan serta apa saja kelebihan dan kekurangan investasi deposito. Perbedaannya dengan tabungan biasa juga penting untuk diketahui.

Deposito sendiri adalah salah satu bentuk untuk investasi yang diterbitkan pihak perbankan di Indonesia. Deposito menjadi salah satu produk simpanan berjangka. Tabungan deposito ini biasanya akan diterbitkan bank skala besar milik negara ataupun milik asing. Beberapa di antaranya adalah Bank BCA, Bank Mandiri, hingga Bank HSBC.

Tabungan deposito juga memiliki peraturan yang ketat. Di antaranya adalah nasabah dan pihak bank dapat melakukan kesepakatan dalam menentukan jangka waktu penitipan uang. Misalnya satu bulan, tiga bulan, enam bulan hingga satu tahun lamanya.

Apabila sudah mencapai batas akhir dari jangka waktu yang telah disepakati bersama, maka nasabah akan mendapat sejumlah bunga deposito sebesar sekian persen dari nilai yang telah diinvestasikan. Cara menghitung bunga deposito akan tergantung dari nilai dana yang diinvestasikan.

Dana tabungan milik nasabah telah memiliki keuntungan serta bisa ditarik tunai atau otomatis masuk dalam rekening tabungan yang terhubung dengan dana deposito itu. Memahami cara menghitung bunga deposito juga penting karena apabila kita telah mengetahui perhitungannya, maka akan lebih mudah dalam menentukan dana yang akan diinvestasikan.

Memahami cara perhitungan bunga deposito juga akan membantu dalam menentukan berapa jangka waktu yang akan dipilih serta keuntungan yang akan diperoleh nantinya.

gambar Cara Menghitung Bunga Deposito

Pic Source: Pixabay.com

Cara Menghitung Bunga Deposito dan Contoh Kasus

Lalu, berapakah bunga deposito tertinggi dari tiap bank yang ada di Indonesia? Tiap bank biasanya akan memiliki daftar terkait besaran suku bunga yang mereka tawarkan pada nasabah. Bentuknya adalah nilai persentase. Dari sekian banyak lembaga perbankan yang ada di Indonesia, rata-rata bunga deposito yang diberikan adalah sebesar 7% per tahunnya.

Sebagai contoh apabila nasabah menempatkan dana deposito sebesar Rp 10.000.000 dengan jangka waktu setahun, maka deposito 10 juta dapat bunga berapa? Jawabannya adalah Rp 700.000 yang merupakan tujuh persen dari Rp 10.000.000.

Bunga yang diberikan bank ini belum termasuk wajib pajak yang dikenakan untuk nasabah. Sehingga, dalam contoh bunga deposito Rp 700.000 di atas belum termasuk pajak. Masih ada potongan pajak yang harus ditanggung nasabah.

Biasanya, pajak bunga deposito adalah sebesar 20% khsuus untuk bunga yang besarnya di atas Rp 7.500.000. Ini artinya, nilai dana deposito Rp 10.000.000 dalam tempo satu tahun akan mendapat bunga sebesar Rp 560.000 secara bersih.

Baca juga: Mengenal Management Trainee Adalah dan Manfaatnya

Keuntungan dan Kelebihan Bunga Deposito

Apa sebenarnya keuntungan dari investasi deposito ini? Berdasarkan besarnya bunga deposito yang dijelaskan di atas, tentu sudah sangat jelas bahwa investasi deposito jauh lebih menguntungkan dibanding tabungan biasa.

Di samping keuntungan yang besar dan bunga deposito tertinggi, menyimpan dana dalam deposito akan membuat kita dapat menjadi lebih ketat dalam mengatur keuangan. Ini karena nasabah hanya dapat melakukan transaksi sesuai dengan jangka waktu yang sudah disepakati.

Namun, peraturan ini juga dapat menyulitkan nasabah, terutama bisa memerlukan dana tunai dalam keadaan mendesak. Dana tidak akan dapat ditarik karena memiliki jangka waktu tertentu. Jadi, nasabah harus secara pintar menyikapi kondisi keuangan yang diinvestasikan, apakah dalam bentuk deposito atau tabungan biasa.

Singkatnya, investasi bunga deposito tertinggi akan mendatangkan keuntungan dari segi suku bunga yang relatif lebih tinggi serta menjadi pembelajaran bagi kita dalam memanajemen uang secara lebih baik.

Jika membandingkan tabungan biasa dengan deposito, maka masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Tabungan rekening biasa dan bukan bunga deposito tertinggi memiliki kelebihan dari segi peraturannya yang relatif mudah. Setoran awal juga bisa berawal dari Rp 500.000 saja. Kemudahan lainnya adalah dana dapat ditarik kapan saja.

Sementara kelemahannya adalah kesulitan dalam mengontrol transaksi terutama dalam situasi tertentu seperti saat berbelanja di mall. Mudahnya transaksi melalui mesin ATM atau debit langsung di mesin EDC kasir juga akan membuat seseorang lalai serta menggunakan uangnya secara boros.

Cara menghitung bunga deposito baik untuk simpanan atau pinjaman kredit akan dilakukan harian serta dibukukan bulanan. Penghitungan bunga dilakukan dengan didasarkan pada saldo mengendap atau disebut juga saldo terutang di tiap akhir hari. Pembukuan bunga ke rekening nasabah dilakukan tiap bulan.

Bunga deposito tertinggi bank atau simpanan yang dibayarkan bank ke nasabah dibebankan pajak bunga oleh negara, besarnya adalah 20% dari bunga yang telah diterima. Pembebanan biaya pajak bunga ini umumnya akan dilakukan bersama dengan pembayaran bunga oleh pihak bank.

Baca juga: Bunga Deposito Tertinggi di Indonesia

Baca juga: Mengenal Apa Itu Deposito Lebih Dalam

Cara Menghitung Bunga Deposito dan Simulasinya

Cara menghitung bunga deposito serta simulasi pembayarannya adalah sebagai berikut. Bunga simpanan = (saldo x suku bunga % x hari) / 365. Sementara rumus untuk menghitung bunga kredit = (saldo x suku bunga % x hari) / 360.

Contohnya adalah apabila nasabah A memiliki saldo tabungan Rp 10.000.000 dan suku bunganya 2%, maka bunga tabungannya di hari itu dapat dihitung sebagai berikut. Bunga = (10.000.000 x 2% x1) / 365 = Rp 547.95. Pajak bunganya adalah Rp 547.95 x 20% = Rp 109.59. Keuntungan bunga net setelah dikurangi pajak adalah Rp 547.95 – Rp 109.59 = Rp4 38.36.

Simulasi cara menghitung bunga deposito selanjutnya adalah melalui contoh kedua di bawah ini. Nasabah 2 memiliki deposito sebesar Rp 100.000.000 dan jangka waktunya tiga bulan dengan suku bungan simpanan sebesar 5.5%. Jumlah saldo mengendap tiap malamnya sama, maka perhitungan bunga akan sekaligus dilakukan untuk 92 hari.

Berapa bunga deposito 100 juta per bulan? Bunga = (100.000.000 x 5.5% x 92) / 365 = 1.386.301,37. Pajak bunganya adalah Rp 1.386.301,37 x 20% = Rp 277.260,27 sementara bunga setelah pajak yang akan diterima nasabah saat jatuh tempo 3 bulan berikutnya adalah Rp 1.386.301,37 – Rp 277.260,27 = Rp 1.109.041,10.

Memiliki tabungan deposito juga memiliki aneka kelebihan tersendiri. Selain untuk investasi, menyimpan dana dalam bentuk deposito tentunya akan bermanfaat utnuk berbagai keperluan lain. Termasuk di antaranya adalah untuk urusan kredit ataupun pinjaman yang membutuhkan jaminan.

Menggunakan deposito untuk jaminan ataupun agunan kredit terbilang jarang dilakukan. Ini karena masyarakat lebih mengenal agunan dalam bentuk aset atau barang yang berwujud, seperti kendaraan atau surat-surat berharga.

Selain itu, tidak semua bank bisa menerima deposito untuk agunan. Namun kini sejumlah besar bank telah mengizinkan nasabah melakukan hal ini terutama dalam pengajuan kredit modal usaha. Dapat pula dijadikan sebagai agunan untuk pengajuan kartu kredit tanpa menggunakan slip gaji.

Hal yang perlu menjadi perhatian nasabah saat menjaminkan tabungan dalam bentuk deposito sebagai agunan ialah dana tidak bisa ditarik selama masa pinjaman atau kredit masih berlangsung.

Bunga deposito juga akan secara otomatis tidak menguntungkan karena bunga pinjaman akan lebih besr dibanding suku bunga deposito yang didapat itu sendiri. Demikian adalah beberapa hal yang harus diketahui dan dipertimbangkan terkait tabungan deposito. Semoga uraian di atas dapat bermanfaat.

Leave a Reply