Cara Mudah Menghitung Bunga Deposito Mandiri 2017

Apakah Anda memiliki sejumlah besar uang, namun bingung bagaimana memanfaatkannya?

Bagaimana jika Anda ingin memiliki investasi? Tapi, Anda masih bingung memilih jenis investasi seperti apa?

Daripada sekedar membiarkan uang Anda di rekening berkurang sedikit demi sedikit karena terpotong setiap Anda menariknya, lebih baik Anda memindahkannya menjadi deposito, bukan?

Apa sih deposito itu?

Bagi Anda yang masih baru dalam hal ini, deposito merupakan salah satu produk dari perbankan atau lembaga keuangan lainnya berupa layanan penyimpanan dana yang tidak dapat ditarik dalam jangka waktu tertentu.

Di sini, salah satu yang menawarkan jasa deposito adalah Bank Mandiri. Sebagai salah satu bank yang memiliki pelayanan terbaik di Indonesia, Bank Mandiri menawarkan produk deposito yang bisa Anda pilih sebagai instrumen investasi.

Deposito bank Mandiri pun dapat memberikan kemudahan bagi para nasabah yang ingin menyimpan sebagian dana yang mereka miliki untuk masa depan.

Lalu, apa bedanya dengan tabungan biasa?

Bedanya adalah, keuntungan yang akan Anda peroleh dari deposito ini berupa suka bunga deposito Mandiri yang lebih tinggi dari suku bunga tabungan biasa. Bahkan bisa berkali-kali lipat.

Nah, selanjutnya, kita akan belajar cara menghitung bunga deposito Mandiri untuk menghitung keuntungan yang bisa Anda dapatkan ke depannya.

gambar perhitungan bunga deposito Mandiri

Pic Source: Pixabay.com

Keuntungan Memiliki Deposito Mandiri

Beberapa orang mungkin masih ragu untuk memilih deposito sebagai pilihan investasi dalam berbisnis. Tetapi, siapa tahu justru inilah salah satu investasi yang paling aman?

Keuntungan memiliki deposito, terutama lewat Bank Mandiri, seperti di bawah ini mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi Anda kedepannya.

1) Suku bunga deposito Mandiri yang kompetitif

Keuntungan ini membuat investasi Anda akan lebih cepat berkembang. Bunga deposito ini akan dihitung berdasarkan jumlah hari sebenarnya yaitu 1 hari dihitung dari 365 hari dalam 1 tahun.

2) Pilihan fleksibilitas deposito yang tinggi

  • Anda bisa memilih periode jangka waktu untuk deposito mulai dari 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan. Tiap periode jangka waktu tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda masing-masing.
  • Pilihan automatic roll over (ARO) dimana Anda bisa bebas memperpanjang deposito secara otomatis.
  • Anda dengan mudah dapat menginvestasikan bunga deposito ke pokok deposito. Atau, Anda juga bisa memilih untuk mentransfernya ke rekening Mandiri Tabungan atau Mandiri Giro, sehingga bisa ditarik setiap saat ketika Anda butuh.
  • Bunga deposito Mandiri ini bisa Anda terima di muka. Hal ini memudahkan sehingga Anda tidak perlu repot membayar penuh sesuai jumlah yang ingin Anda tempatkan di Mandiri Deposito Rupiah.
  • Akun deposito ini bisa Anda buka atas nama 2 orang yang berbeda (joint account). Bagi Anda yang sudah menikah atau memiliki pasangan, pilihan ini sangat menguntungkan.

Baca juga: Bunga Deposito Tertinggi di Indonesia

Baca juga: Mengenal Deposito BNI Syariah

3) Lembaga perbankan yang terpercaya

Seperti yang semua orang tahu, Mandiri sudah dikenal secara luas oleh masyarakat. Hal ini menjadi salah satu poin penting sebagai simbol bonafiditas bagi Anda untuk bisa memilih membuka Mandiri Deposito.

Bagaimana? Apakah keuntungan ini yang Anda cari selama ini?

Perhitungan Bunga Deposito Mandiri 2017

Setelah mengetahui keuntungan yang bisa Anda peroleh di atas, kini saatnya Anda belajar untuk melakukan perhitungan bunga deposito Mandiri.

Sebelum Anda hitung-menghitung, ada beberapa istilah dan variabel yang perlu Anda pelajari terlebih dulu. Sebagai nasabah, Anda harus mengetahui beberapa istilah penting agar dapat memahami sistem dan cara kerja deposito. Dengan demikian, Anda bisa memahami alur deposito secara menyeluruh.

  • Deposit, yaitu total uang yang hendak disetor dalam jangka waktu tertentu
  • Jangka Waktu (JW), yaitu jarak waktu antara waktu mendepositkan dan mengambil uang Anda kembali
  • Suku bunga, yaitu presentase bunga yang diberikan bank per tahun
  • Bunga, yaitu uang yang didapatkan dari hasil deposit
  • Pajak, yaitu presentase pajak yang diambil dari bunga
  • Total pajak, yaitu jumlah pajak yang ditanggung dari bunga
  • Saldo akhir, yaitu akumulasi saldo dari bunga dan pajak

Nah, setelah Anda mengetahui istilah-istilah di atas, sekarang saatnya melakukan perhitungan bunga deposito Mandiri.

Berdasarkan situs resmi, tertera dengan jelas bahwa suku bunga deposito Bank Mandiri 2017 dalam rupiah sejak tanggal 30 September 2016 adalah sebagai berikut.

  • Deposito di bawah Rp 100 juta, JW 1 bulan 4.25, 3 bulan 5.75, 6 bulan 5.75, 12 bulan 4.75, dan 24 bulan 4.75
  • Deposito lebih dari/sama dengan Rp 100 Juta sampai kurang dari 1 milyar, JW 1 bulan 4.25, 3 bulan 5.75, 6 bulan 5.75, 12 bulan 4.75, dan 24 bulan 4.75
  • Deposito lebih dari/sama dengan 1 milyar hingga kurang dari 5 milyar, JW 1 bulan 4.50, 3 bulan 6.00, 6 bulan 5.75, 12 bulan 5.00, dan 24 bulan 5.00
  • Deposito lebih dari/sama dengan 5 milyar, JW 1 bulan 4.50, 3 bulan 6.00, 6 bulan 5.75, 12 bulan 5.00, dan 24 bulan 5.00

Setelah mengetahui berapa suku bunga deposito Mandiri yang akan Anda dapatkan berdasarkan dari deposito dan jangka waktu (JW), berikut rumus yang bisa Anda gunakan.

Sebagai contoh, kita akan menggunakan deposit Rp 500.000.000 dengan menggunakan jangka waktu (JW) dan suku bunga deposito Mandiri sesuai yang tertera di atas :

1) JW 1 bulan

  • Rumus perhitungan bunga

Deposit x suku bunga (%) : 12 bulan = Rp 500.000.000 x 4.25% : 12 bulan = Rp 1.770.833

  • Rumus perhitungan total pajak

Bunga x pajak (%) = Rp 1.770.883 x 20% = Rp 354.166

  • Rumus perhitungan saldo akhir

Deposit + bunga – total pajak = Rp 500.000.000 + Rp 1.770.833 – Rp 354.166 = Rp 501.416.667

2) JW 3 bulan

  • Rumus perhitungan bunga

Deposit x suku bunga (%) : 4 bulan = Rp 500.000.000 x 5.75% : 4 bulan = Rp 7.187.500

  • Rumus perhitungan total pajak

Bunga x pajak (%) = Rp 1.770.883 x 20% = Rp 1.437.500

  • Rumus perhitungan saldo akhir

Deposit + bunga – total pajak = Rp 500.000.000 + Rp 7.187.500– Rp 1.437.500 = Rp 505.750.000

3) JW 6 bulan

  • Rumus perhitungan bunga

Deposit x suku bunga (%) : 2 bulan = Rp 500.000.000 x 5.75% : 2 bulan = Rp 14.375.000

  • Rumus perhitungan total pajak

Bunga x pajak (%) = Rp 1.770.883 x 20% = Rp 2.875.500

  • Rumus perhitungan saldo akhir

Deposit + bunga – total pajak = Rp 500.000.000 + Rp 14.375.000– Rp 2.875.500= Rp 511.499.500

4) JW 12 bulan

  • Rumus perhitungan bunga

Deposit x suku bunga (%) : 1 bulan = Rp 500.000.000 x 4.75% : 1 bulan = Rp 23.750.000

  • Rumus perhitungan total pajak

Bunga x pajak (%) = Rp 1.770.883 x 20% = Rp 4.750.000

  • Rumus perhitungan saldo akhir

Deposit + bunga – total pajak = Rp 500.000.000 + Rp 23.750.000– Rp 4.750.000= Rp 519.000.000

5) JW 24 bulan

  • Rumus perhitungan bunga

Deposit x suku bunga (%) : 0.5 bulan = Rp 500.000.000 x 4.75% : 0.5 bulan = Rp 47.500.000

  • Rumus perhitungan total pajak

Bunga x pajak (%) = Rp 1.770.883 x 20% = Rp 9.500.000

  • Rumus perhitungan saldo akhir

Deposit + bunga – total pajak = Rp 500.000.000 + Rp 47.500.000– Rp 9.500.000= Rp 538.000.000

Baca juga: Cara Lengkap dan Tepat Mengurus Balik Nama Mobil 2017

Cara Mudah Hitung Bunga Deposit Mandiri

Apabila Anda masih kesulitan menghitung bunga deposito Mandiri Anda, jangan khawatir!

Kini ada kalkulator finansial (financial calculator) online yang bisa Anda manfaatkan untuk lebih mudah menghitung suku bunga deposito Mandiri. Anda bisa melakukan akses langsung di website resmi Mandiri.

Ada pilihan perhitungan deposito berjangka dengan bunga bayar di muka, perhitungan untuk bunga dibayar saat jatuh tempo, serta perhitungan consumer loan dengan CRR.

Jadi, apakah Anda kini memutuskan untuk menginvestasikan uang Anda dengan membuka deposito? Jika iya, maka Anda bisa dengan mudah mendapatkan keuntungan lewat bunga deposito Mandiri.

Leave a Reply