Mengenal Lebih Jauh KPR, Solusi Beli Rumah Baru

Bagi Anda yang berkeinginan memiliki sebuah hunian atau rumah sendiri namun Anda belum memiliki dana yang cukup, maka Anda perlu mengenal lebih jauh mengenai apa itu KPR.

KPR merupakan singkatan dari “Kredit Pemilikan Rumah”. Istilah KPR ini sudah lazim didengar oleh masyarakat, terutama yang hendak membeli sebuah rumah.

Program atau layanan ini memang sudah terkenal dalam membantu masyarakat untuk memiliki sebuah hunian atau rumah sendiri namun dana yang dimiliki terbatas, bila harus membayar secara tunai.

Lantas apa yang sebenarnya dimaksud dengan KPR ini? Lalu apa yang perlu Anda ketahui tentang salah satu produk pinjaman bank ini? Dan bagaimana bila ingin membeli sebuah rumah dengan KPR?

Pertanyaan diatas mungkin telintas pada sebagian orang yang memiliki niat untuk memanfaatkan program KPR. Untuk mengenal lebih jauh tentang KPR (Kredit Pemilikan Rumah), Anda dapat menyimak pembahasan tuntas mengenai KPR berikut ini.

gambar apa itu KPR

Pic Source: Pixabay.com

Informasi Tentang Kredit Pemilikan Rumah

KPR merupakan fasilitas atau layanan untuk membeli sebuah rumah dengan cara kredit kepada bank.

Membeli rumah menggunakan KPR, berarti rumah yang Anda beli menjadi jaminan pinjaman. Bila pinjaman tak dapat dilunasi, maka bank akan menyita rumah yang Anda dibeli.

Pengertian KPR menurut para ahli yaitu Hardjono (2008:25) KPR atau Kredit Pemilikan Rumah merupakan salah satu jenis pelayanan kredit yang diberikan oleh bank kepada para nasabah yang ingin pinjaman khusus untuk memenuhi kebutuhan dalam pembangunan rumah atau renovasi.

Prinsip dari KPR adalah biaya pembelian atau pembangunan rumah dibiayai terlebih dahulu, kemudian dana untuk melunasinya kembali dilakukan dengan cara kredit atau cicilan.

Bagaimana sistem kerja dan cara mendapatkan KPR?

Sistem kerja KPR dimulai setelah nasabah dapat mencukupi biaya persekot atau uang muka. Besarnya presentase uang muka tergantung pada kebijakan bank masing-masing. Ada pun syarat yang harus dipenuhi nasabah agar bank menyetujui permohonan KPR.

Masalah besarnya cicilan dan bunga sudah ditentukan oleh bank. Baik pengembang maupun pemilik rumah terdahulu yang akan dibeli nantinya tidak ikut dalam urusan pembayaran KPR.

Fungsi KPR ini sangat penting dan berguna keberadaannya. Karena Anda dapat mendapatkan rumah meski dana yang dimiliki belum cukup.

Bila menabung pasti membutuhkan waktu yang lama, belum lagi rumah yang diincar sudah beli atau bisa jadi dana yang ditabung digunakan untuk kebutuhan lain yang mendadak.

Sampai di sini apakah Anda sudah memiliki gambaran mengenai apa itu KPR. Setelah mengetahui gambaran KPR maka selanjutnya Anda perlu mengetahui syarat yang harus dipenuhi untuk mengambil KPR.

Syarat Mengajukan KPR

Semua warga negara Indonesia yang berumur 21 tahun ke atas atau sudah menikah boleh membeli rumah melalui KPR. Syaratnya nasabah atau calon pembeli ini akan diminta melengkapi dokumen seperti;

  • Fotokopi KTP pemohon
  • Kartu keluarga
  • Surat nikah atau cerai (bagi yang sudah menikah atau cerai)
  • Surat keterangan WNI (bagi WNI keturunan)
  • Slip gaji atau izin profesi atau akta perusahaan
  • Surat keterangan dari tempat Anda bekerja
  • NPWP
  • Rekening tabungan
  • Legalitas usaha contohnya SIUP dan TDP (bagi pengusaha)
  • Laporan keuangan laba-rugi (bagi perusahaan)

Bila Anda bertanya mengenai berapa besar kisaran pembayaran uang muka untuk KPR tahun 2017 ini adalah minimal 15 % bagi rumah pertama dan 20 % bagi untuk kedua.

Itu merupakan angka minimal yang telah diatur menurut aturan Bank Indonesia PBI No.18/16/PBI/2016.

Contohnya rumah seharga 250 juta, maka uang muka minimal yang harus dibayar sebesar 37.5 juta.

Bila Anda ingin membayar uang muka melebihi batas minimal tak masalah. Angsuran per bulannya dapat menjadi lebih ringan.

Lanjut pada cicilan pada KPR, yang terdiri dari utang pokok dan bunga. Jumlah uang yang belum dibayar nasabah pada saat membeli rumah itu disebut utang pokok.

Sedangkan biaya jasa KPR yang sudah ditentukan berdasarkan kebijakan bank namun atas persetujuan Bank Indonesia disebut bunga.

Terdapat dua macam bunga KPR diantaranya bunga tetap (fixed) dan bunga mengambang (floating).

Bank di Indonesia biasanya menggunakan gabungan bunga tetap dan mengambang. Misal dua tahun pertama memakai bunga tetap. Dan tahun selanjutnya memakai bunga mengambang.

Penjelasan Mengenai Bunga Tetap dan Bunga Mengambang

Bunga tetap adalah bunga dengan nilai tetap di setiap tahunnya. Sedangkan bunga mengambang merupakan bunga yang nilainya berubah-ubah berdasarkan ketetapan bank yang bersangkutan.

Bunga mengambang ini dipengaruhi pasar suku bunga. Semakin kondisi ekonomi baik maka bunga KPR mengambang ini akan rendah.

Anda dapat mengamati contoh perhitungan KPR BTNberikut ini. Asumsikan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) atau bunga mengambang Bank BTN sebesar 13%.

Sedangkan suku bunga tetapnya misalkan sebesar 11.75%.

Bunga tetap 11.75% dipakai pada 1 tahun atau 12 bulan pertama. Selanjutnya menggunakan bunga mengambang sebesar 13%. Ada 1.25% yang dibebaskan dalam waktu 12 bulan (1.25 x 12 = 15%).

Namun terkadang bank menggunakan bunga tetap untuk subsidi promosi. Artinya besaran 15% ini kemungkinan dapat ditambahkan ke angsuran tahun berikutnya.

  • Perhitungannya angsuran tahun kedua 13% + 1.25% = 14.25%. Artinya angsuran tahun kedua sebesar 14.25% selama 12 bulan, dan pada angsuran tahun ketiga kembali pada bunga mengambang 13%.
  • Perhitungan lain bisa jadi 15% akan dibagi rata sampai angsuran selesai. Misal angsuran selesai 14 tahun lagi. Maka perhitungannya 15% : 168 bulan = 0.09%. Artinya untuk angsuran tahun kedua dan seterusnya sebesar 13% + 0.09% = 13,09%.
  • Namun bisa jadi bahwa 15 % ini merupakan subsidi yang sedang ditawarkan karena sedang dilaksanakan program resmi dari pemerintah yang dilakukan oleh bank milik negara yang ada di Inodesia.

Contoh perhitungan suku bunga KPR yang berpengaruh pada jumlah angsuran yang dibayar merupakan hitungan dasar semata.

Anda jangan mudah tergoda dengan suku bunga promo karena Suku Bunga Dasar Kredit lebih aman dijadikan acuan. Anda dapat menghitung besarnya angsuran pada kalkulator simulasi KPR yang tersedia di web.

Perhitungan diatas juga tidak berlaku bila terdapat program subsidi yang resmi dari Pemerintah seperti KPR subsidi Bank BTN.

Sebagai calon pembeli yang menggunakan KPR sebaiknya mencari tahu informasi selengkapnya mengenai fasilitas KPR dari bank pemberi pinjaman.

Anda dapat membandingkan fasilitas KPR yang ditawarkan oleh masing-masing bank.

Tujuannya agar Anda mendapatkan fasilitas KPR yang memang telah sesuai dengan kebutuhan Anda.

Baca Juga: Tips Mendapatkan Pinjaman Cepat Dalam Keperluan Mendesak

Baca Juga: Pajak Jual Beli Rumah dan Informasi KPR

Anda dapat bertanya mengenai sistem bunganya, biaya apa saja yang harus dibayarkan selama KPR berjalan, dan keunggulan fasilitas KPR yang ditawarkan.

Sampai sejauh ini jadi semakin jelas mengenai apa itu KPR. Namun apakah semua permohonan KPR pasti akan diterima?

Jawabannya adalah tidak.

Pasti sebuah bank akan menilai potensi Anda dalam melunasi angsuran atau tidak.

Bank biasanya melakukan penilaian riwayat kredit calon pembeli, melalui survei dan wawancara langsung, serta konfirmasi pada data calon pembeli ini.

Bank juga akan melihat besarnya gaji atau penghasilan dari calon pembeli. Bila angsuran KPR dihitung maksimal 30% dari total gaji.

Misalkan calon pembeli mengambil angsuran per bulan sebesar 2 juta Rupiah, maka gaji minimal calon pembeli 6 juta Rupiah.

Bank juga membatasi umur maksimal untuk karyawan yang ingin mengajukan KPR sekitar 55 tahun.

Pihak pengembang atau developer turut diseleksi, tujuannya untuk melihat bagaimana pengembang memberikan fasilitas dan surat-surat penting yang diperlukan.

Langkah-langkah seperti apa yang dilakukan selanjutnya bila sudah yakin dengan pilihan rumah yang dibeli beserta bank pemberi jasa KPR.

Hal yang dilakukan pertama kunjungi langsung bank yang dituju dan mintalah sedetail-detailnya informasi mengenai pengajuan KPR.

Pasti pihak Bank tak segan untuk membantu Anda dan menjelaskan detail informasinya. Bila Anda setuju dan siap membawa persyaratan yang diminta. Maka biasanya akan ada proses wawancara.

Wawancara seperti apa?

Yang jelas terkait dengan penilaian potensi Anda apakah layak menerima KPR ini.

Setelah menjalani proses yang diminta dan Anda layak dikabulkannya permohonan KPR ini. Maka bayarlah uang muka yang telah disepakati.

Nanti akan ada Surat Persetujuan Perjanjian Kredit yang dikeluarkan. Langkah berikutnya Anda bertemu dengan notaris untuk penandatanganan akta kredit dan segala sertifikat.

Setelah semua selesai Anda bisa dapat mendapatkan kunci rumah. Segala sertifikat masih ditahan oleh bank sampai Anda dapat melunasi semua angsuran kredit.

Agar mengenal apa itu KPR secara lebih dalam lagi, Anda perlu memahami tipe- tipe KPR berikut ini. Berdasarkan agunan KPR dibagi menjadi dua tipe yaitu KPR pembelian dan KPR refinancing.

KPR pembelian adalah layanan KPR yang diberikan dengan agunan rumah yang akan dibeli. Sedangkan KPR refinancing adalah layanan KPR yang diberikan dengan agunan rumah yang telah dimiliki.

Di Indonesia saat ini juga dikenal jenis KPR berdasarkan syarat penerima pinjaman dan suku bunganya yaitu:

  • KPR Subsidi

Pengertian KPR bersubsidi ini merupakan KPR bagian dari program pemerintah dalam rangka mempermudah pemilikan maupun pembelian rumah sederhana.

Targetnya jelas bagi masyarakat penghasilan rendah berdasarkan kelompok sasaran yang telah diatur. Nantinya subsidi dikenakan pada suku bunga kredit atau uang muka.

  • KPR Non- Subsidi atau Konvensional

KPR ini adalah layanan yang diberikan dari perbankan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Masing-masing bank dapat menggunakan suku bunga yang berbeda.

  • KPR Syariah

Pengertian KPR Syariah adalah KPR yang cara transaksinya menggunakan pedoman transaksi secara syariah. Beberapa bank telah memiliki produk KPR Syariah.

  • Inhouse KPR.

KPR ini merupakan istilah yang dipergunakan untuk membedakan antara KPR dari lembaga keuangan dan KPR secara intertal dari pengembang.

Atau nama lain dari transaksi pembelian sebuah properti dengan cara cicilan sebagai layanan yang ditawarkan oleh pengembang.

Anda tak perlu pusing mencari bank mana yang memberikan jasa KPR. Bermacam-macam bank bisa Anda pilih dan dibandingkan.

Diantranya BTN KPR Griya Utama, KPR BCA, KPR BRI, KPR Muamalat, KPR Graha Mandri, KPR BII, dan masih banyak yang lain.

Dengan informasi di atas diharapkan Anda mengerti apa itu KPR secara lebih dalam. Dengan informasi inilah dapat mempermudah Anda dalam panduan permohonan KPR yang Anda inginkan.

Pastikan Anda telah memenuhi syarat untuk mengajukan KPR agar proses permohonan dapat berlangsung secara cepat. Dan jangan lupa, ketahui seluk beluk KPR lebih lanjut.

Beberapa bank kerap menolak permohonan KPR seseorang karena faktor tak terduga. Oleh karena itu, kami sarankan untuk memperbaiki sistem keuangan keluarga Anda dan miliki catatan sah dan legal yang dapat membantu Anda lolos seleksi KPR.

Leave a Reply