Menyiapkan Masa Depan Bersama BPJS Ketenagakerjaan

Badan penyelenggara jaminan sosial memiliki beberapa kategori, salah satunya adalah BPJS ketenagakerjaan. Lembaga jaminan sosial tersebut hingga kini telah diikuti lebih dari 20 juta peserta. Peserta BPJS ketenagakerjaan ini merupakan para tenaga kerja di seluruh Indonesia.

Setiap bulannya para peserta wajib membayar iuran BPJS ketenagakerjaan yang telah ditetapkan besarannya. Peserta mempunyai kewajiban untuk mematuhi peraturan BPJS ketenagakerjaan termasuk dalam pembayaran iuran.

Jika Anda belum menjadi peserta BPJS, Anda bisa mendaftar di kantor BPJS ketenagakerjaan terdekat. Pendaftaran peserta BPJS juga dapat dilakukan secara online melalui laman resmi BPJS ketenagakerjaan. Namun semua dokumen tetap harus diserahkan langsung ke kantor BPJS ketenagakerjaan.

Pihak yang dapat mendaftar BPJS ketenagakerjaan adalah perusahaan untuk semua karyawannya. Untuk Anda yang bekerja perorangan juga dapat mendaftar sebagai peserta bukan penerima upah. Besarnya iuran BPJS ketenagakerjaan  yang dibayarkan tergantung dari program-program BPJS.

gambar iuran BPJS ketenagakerjaan

Terdapat empat program BPJS ketenagakerjaan, yaitu JHT atau jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja atau JKK, jaminan kematian, serta jaminan pensiun. Masing-masing program utama tersebut mempunyai aturan yang berbeda mengenai besarnya jumlah iuran.

Peserta antara karyawan dan bukan karyawan, besarnya iuran program BPJS ketenagakerjaan juga tidak sama. Berikut adalah beberapa informasi terkait besarnya iuran BPJS ketenagakerjaan pada masing-masing program dan pesertanya.

Program BPJS Ketenagakerjaan dan Besarnya Iuran

Empat program BPJS mempunyai skema tersendiri, dan besarnya yang dibayarkan ditanggung pekerja dan pemberi kerja. Untuk lebih jelasnya tentang jumlah iuran BPJS ketenagakerjaan perorangan atau pekerja, simak ulasan berikut.

1) BPJS ketenagakerjaan program jaminan hari tua

Peserta program JHT harus membayar iuran setiap bulan sebelum tanggal 15. Besarnya iuran adalah 5,7% dari penghasilan kotor, meliputi gaji pokok dan tunjangan. Jika Anda merupakan peserta bukan penerima upah, maka iurannya sebesar 2% dari penghasilan dan maksimal Rp 414.000,-.

Untuk Anda yang menjadi pekerja, terdapat pembagian iuran. Pembagian untuk peserta yang bekerja di perusahaan, 2% dari 5,7% dibayarkan sendiri oleh pribadi. Sementara sisanya atau 3,7% menjadi tanggungan dan harus dibayarkan oleh pemberi kerja.

Cara pembayaran BPJS ketenagakerjaan perusahaan dibayarkan sekalian oleh pemberi kerja. Jadi karyawan akan menerima potongan gaji 2% untuk BPJS ketenagakerjaan yang akan dibayarkan oleh perusahaan. Karyawan tidak perlu mengurus pembayaran iuran BPJS.

Pembayaran iuran harus dilakukan dalam batas waktu yang telah ditetapkan. Paling lambat tanggal 15, jika melebihi batas akan dikenai denda. Setiap keterlambatan pembayaran iuran dikenai denda 2% dari jumlah iuran BPJS ketenagakerjaan setiap bulan.

2) BPJS ketenagakerjaan program jaminan kecelakaan kerja

Setiap pekerjaan pasti memiliki risiko, oleh karena itu BPJS menyelenggarakan program jaminan kecelakaan kerja. Iuran BPJS ketenagakerjaan untuk program ini dihitung berdasarkan pada tingkat risiko atau bahaya di lingkungan kerja.

Semakin tinggi risiko terjadinya kecelakaan kerja, maka akan semakin besar iuran JKK yang dibayarkan. Jika Anda bekerja di lingkungan yang tidak begitu berbahaya atau bekerja dengan risiko bahaya kecil, jumlah iuran JKK akan lebih sedikit. Terdapat 5 kategori atau tingkatan risiko sebagai hitungan JKK.

Untuk pekerja yang berada di lingkungan dengan risiko kecelakaan sangat tinggi, harus membayar iuran BPJS ketenagakerjaan program JKK yang besarnya 1,74% setiap bulan. Jika Anda berada di bawah kategori tersebut atau bekerja dengan risiko tinggi, iuran yang harus dibayar adalah 1,27% dari penghasilan per bulan.

Iuran BPJS ketenagakerjaan program JKK dengan biaya di bawah 1% diberlakukan untuk tiga tingkatan atau kategori risiko terendah. Meliputi tingkat sangat rendah, rendah, dan sedang.

Untuk Anda yang bekerja dengan risiko sangat rendah, iuran JKK hanya 0,24% dari penghasilan setiap bulan. Iuran 0,54% diwajibkan untuk pekerja dengan risiko rendah. Sedangkan untuk Anda yang berada di lingkungan kerja dengan risiko sedang harus membayar iuran JKK sebesar 0,89% dari total penghasilan.

5 kategori di atas diberlakukan bagi peserta yang menjadi karyawan atau berpenghasilan dari sebuah perusahaan. Berbeda lagi untuk iuran BPJS ketenagakerjaan program JKK yang dibayar oleh peserta bukan penerima upah.

Jumlah iuran JKK untuk Anda yang merupakan peserta BPU adalah 1% dari total rata-rata pendapatan per bulan. Batas maksimal iuran ini untuk peserta BPU adalah Rp 207.000,-.

3) BPJS ketenagakerjaan program jaminan kematian

Berbeda dengan program lainnya, BPJS program JKM hanya akan diberikan untuk ahli waris bagi peserta yang meninggal bukan dalam lingkup pekerjaan. Untuk Anda yang merupakan peserta BPJS ketenagakerjaan yang tidak bekerja di luar hubungan kerja, iuran JKM yang dibayar adalah Rp 6.800,- setiap bulan.

Sedangkan iuran BPJS ketenagakerjaan program jaminan kematian untuk karyawan, besarnya adalah 0,30% dari penghasilan setiap bulan. Besarnya iuran JKM selalu dievaluasi setiap 2 tahun, jadi Anda perlu mengecek secara berkala untuk memastikan jumlah iuran yang harus dibayar.

4) BPJS ketenagakerjaan program jaminan pensiun

Program pensiun BPJS ketenagakerjaan hanya dapat diikuti oleh karyawan atau pekerja di luar pemerintah. Anda bisa menjadi peserta program jaminan pensiun jika bekerja pada sebuah perusahaan dan jika Anda menjadi pekerja pada seseorang atau penghasilan Anda berasal dari pemberian upah atasan.

Jadi untuk Anda yang memperoleh penghasilan dari usaha sendiri atau bukan penerima upah tidak bisa mengikuti BPJS ketenagakerjaan jaminan pensiun. Begitu juga untuk pegawai negeri sipil yang tidak diperkenankan menjadi peserta jaminan pensiun, BPJS ketenagakerjaan.

Baca juga: Tips Interview Kerja Ampuh, Pasti Diterima!

Baca juga: Jenis Pinjaman Bank Mandiri, Syarat dan Ketentuannya

Iuran BPJS ketenagakerjaan untuk program jaminan pensiun besarnya adalah 3% dari keseluruhan penghasilan per bulan. Iuran tersebut dibagi menjadi tanggungan pemberi kerja dan penerima upah.

Untuk pemberi kerja atau perusahaan menanggung 2% dari jumlah iuran yang harus dibayar. Sedangkan penerima upah atau karyawan hanya membayar 1% nya dari iuran BPJS ketenagakerjaan program pensiun. Perhitungannya berdasarkan jumlah upah pokok per bulan ditambah tunjangan pekerjaan.

Pembayaran iuran ini wajib dilakukan sebelum tanggal 15 pada setiap bulannya. Iuran yang dibayarkan melebihi tanggal tersebut akan mendapatkan denda. Besarnya denda yang ditetapkan adalah 2% dari jumlah iuran BPJS ketenagakerjaan setiap bulannya.

Perhitungan iuran program jaminan pensiun disesuaikan dengan penghasilan per bulan dengan batas penghasilan maksimal Rp 7.000.000,-. Untuk Anda yang memperoleh penghasilan melebihi batas maksimal perhitungan penghasilan tersebut maka iurannya sebesar 3% dari Rp 7.000.000,-

Itulah beberapa informasi seputar BPJS ketenagakerjaan yang menjadi salah satu lembaga negara yang bertugas mengurus jaminan sosial para tenaga kerja tanai air. Untuk Kantor BPJS ketenagakerjaan biasanya setiap kabupaten memiliki satu kantor cabang.

Pilihlah kantor cabang terdekat untuk segala urusan, baik kepesertaan BPJS ketenagakerjaan atau pun untuk pembayaran-pembayaran. Untuk pengajuan klaim BPJS ketenagakerjaan juga dilakukan di kantor terdekat. Selain di kantor langsung, untuk pengajuan klaim bisa dilakukan online.

Informasi lengkap telah disediakan oleh BPJS melalui website resminya. Jika Anda masih kurang paham, bisa menghubungi atau datang langsung ke kantor cabang BPJS ketenagakerjaan terdekat.

Leave a Reply