Pajak Jual Beli Rumah dan Informasi KPR

Sebagai warga negara Indonesia yang baik, Anda pasti sudah mengenal sama yang namanya pajak.

Ya, pajak sendiri adalah sistem iuran yang wajib dibayar oleh rakyat untuk negara. Pajak ini digunakan untuk kepentingan pembangunan fasilitas umum, pemerintahan, dan lain-lain yang berguna bagi masyarakat.

Pajak ini merupakan salah satu sumber dana untuk pembangunan umum yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat, baik pada pemerintahan pusat maupun pemerintahan daerah.

Memang membahas masalah pajak sedikit membosankan, namun Anda harus mempunyai informasi yang cukup tentang pajak karena jika nanti terjadi masalah Anda bisa mengatasinya dengan mudah.

Anda tidak boleh buta pajak, karena ternyata cukup banyak jenis-jenis pajak yang harus Anda ketahui sebagai warga negara Indonesia.

Ada berbagai macam jenis pajak mulai dari pajak kendaraan bermotor hingga pajak jual beli rumah.

Anda harus mengetahui semua jenis pajak agar dapat dengan mudah jika ada masalah nantinya. Seperti juga ketika beli rumah, Anda harus teliti dan mencari tentang pajak jual beli rumah tersebut.

pajak jual beli rumah

Pic Source: Pixabay.com

Fungsi Pajak bagi Negara

Sebelumnya tahukah Anda fungsi dari pajak? Ada beberapa fungsi pajak yang harus Anda ketahui:

  1. Fungsi anggaran (budgetair)

Fungsi ini sebagai fungsi utama dalam pemasukan kas negara, setiap orang wajib membayar pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan agar negara memiliki kas sehingga ketika ada keperluan misalnya pembangunan fasilitas umum negara tidak kesulitan dalam melaksanakannya.

Pemerintah dapat melakukan banyak hal ketika masyarakat taat membayar pajak bukan hanya untuk pembangunan, untuk pemeliharaan pun dibutuhkan dana yang tak sedikit. Semuanya demi kepentingan masyarakat sendiri.

  1. Fungsi pengatur (regulerend)

Dengan memanfaatkan dana pajak yang masuk dari masyarakat, pemerintah dapat mengatur negaranya dengan baik, bahkan bisa mengatur dan memperbaiki ekonomi negara seperti penetapan pajak bagi produk luar negeri dan perusahaan asing di Indonesia.

  1. Fungsi pemerataan dan redistribusi pendapatan

Diharapkan masyarakat dapat taati pada peraturan pajak dan segera membayar pajak karena dengan pajak, pemerintah dapat membangun kepentingan umum dan dapat juga memberantas kemiskinan dengan cara membuka lapangan kerja.

Bahkan bisa membangun rusunawa bagi keluarga yang tidak mampu

  1. Fungsi stabilitas

Pajak juga dapat mengendalikan inflasi (peningkatan harga) dalam suatu negara, inflasi ini dapat berdampak buruk bagi rakyat kelas menengah ke bawah.

Mengapa?

Karena dengan meningkatnya barang-barang dalam negeri, krisis moneter akan terjadi dalam negara sehingga rakyat menderita.

Pajak dapat menjadi stabilitas negara dalam mengendalikan inflasi yang terjadi karena peredaran uang terlalu banyak.

Salah satu solusi yang dapat diambil adalah dengan menaikkan pajak. Mulai dari pajak kendaraan hingga pajak jual beli rumah.

Jenis-Jenis Pajak

Setelah mengetahui fungsinya, Anda harus mengetahui jenis-jenis pajak. Ada beberapa jenis pajak yang wajib Anda ketahui.

Berdasarkan wujudnya, pajak dibedakan menjadi:

  1. Pajak langsung

Pajak ini langsung dibebankan pada orang yang wajib pajak, contohnya adalah pajak penghasilan.

  1. Pajak tidak langsung

Pembayaran pajak ini dapat dibebankan kepada pihak lain, contoh yang paling sering adalah pajak rokok, yang dibebankan kepada pembelinya.

Berdasarkan jumlah pembayarannya, dibedakan menjadi:

  1. Pajak pendapatan

Pajak ini dikenakan dari pendapatan tahunan dan keuntungan seseorang, perusahaan, dan lain-lain. Disebut juga pajak penghasilan.

  1. Pajak penjualan

Pajak ini dikenakan pada orang yang menjual barang/jasa dan dapat dikenakan pada pembeli. Seperti usaha rumah makan.

  1. Pajak badan usaha

Ini dikenakan pada lembaga dan badan usaha seperti bank dan lain-lain.

Berdasarkan sifatnya, dibedakan menjadi:

  1. Pajak subjektif

Pajak ini dibayar berdasarkan status orang wajib pajak, misalnya pajak berbeda orang yang sudah menikah dan belum menikah.

  1. Pajak obyektif

Yang termasuk jenis ini adalah pajak bumi bangunan. Pajak ini harus dibayar berdasarkan pada luas tanahnya tanpa memperhatikan kondisi pemilik bangunan contohnya pajak jual beli rumah yang harus dibayar oleh penjual dan pembelinya berdasarkan aturan pajak.

Bagi Anda yang ingin melakukan transaksi jual beli rumah, ada beberapa pajak jual beli rumah yang harus Anda bayar.

Karena pengurusan yang lumayan rumit, Anda bisa menyerahkannya kepada PPAT (pejabat pembuat akta tanah) yang mempunyai biaya tersendiri.

Anda harus mengetahui apa saya yang perlu dibayar penjual dan pembeli.

Banyak orang yang tertipu karena tidak mengetahui pembayaran dalam pajak jual beli rumah. Untuk itu, Anda perlu mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai pajak jual beli rumah 2017 agar Anda tidak tertipu dengan pembayarannya yang cukup rumit.

Pajak Jual Beli Rumah

Beberapa hal yang harus Anda bayarkan pada pajak jual beli rumah baik sebagai penjual maupun pembeli:

  1. Pajak penghasilan (PPh)

Pajak jual beli rumah ini harus segera dibayarkan sebesar 5% dari jumlah hasil kesepakatan antara penjual dan pembeli. Pajak ini dibebankan kepada penjual tanah dan bangunan. Dan harus dibayar sebelum tanda tangan AJB (akta jual beli).

  1. Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB)

BPHTB sebagai bagian dari pajak jual beli rumah yang dibebankan kepada pembeli tanah dan bangunan dan juga harus dibayar sebelum tanda tangan AJB (akta jual beli).

Besaran pajak ini pun berbeda. Harga beli dikurangi NJOPTKP/NPTKP (Nilai jual objek pajak tidak kena pajak) yang besarannya berbeda tiap daerah lalu hasilnya dikalikan 5%.

  1. Pajak pertambahan nilai (PPN)

Jenis pajak jual beli rumah ini juga dibebankan kepada pembeli dengan catatan properti rumah baru. Pajak ini senilai 10% dari harga rumah yang dibeli, dan yang terkena PPN ini hanya properti yang bernilai Rp. 36 juta ke atas.

  1. Pajak penjualan barang mewah (PPnBM)

Dibebankan kepada pembeli dan hanya berlaku jika pembeli hendak membeli rumah yang luasnya di atas 150 m2 saja.

Dan pajak jual beli rumah ini hanya dibayarkan ketika pembeli membeli dari pihak developer bangunan. Dibayarkan sebesar 20% dari harga beli.

  1. Cek sertifikat

Tujuan dilakukan cek sertifikat untuk memastikan bahwa sertifikat rumah yang dijual tidak bermasalah seperti catatan sita, lahan sengketa, catatan blokir, dan sebagainya.

Biayanya ditanggung sesuai dengan hasil kesepakatan penjual dan pembeli rumah, dan dibayar di kantor BPN setempat. Biayanya berkisar antar Rp. 50.000 hingga Rp. 300.000.

  1. Biaya akta jual beli (AJB)

Pajak jual beli rumah ini biasanya ditanggung bersama oleh penjual dan pembeli atau sesuai dengan hasil kesepakatan.

Dan biaya pembuatan tergantung dari kesepakatan dan ketentuan yang berlaku, yaitu PPAT setempat, besarannya berkisar 0,5 hingga 1% dari harga jual rumah.

  1. Biaya balik nama (BBN)

Untuk biaya balik nama diajukan oleh PPAT yang ditunjuk ke kantor BPN, kisarannya sekitar (1/1000 x NJOP) + Rp. 50.000 dan besarnya NJOP (Nilai jual obyek pajak) tergantung dari daerah masing-masing, dan biaya ini biasanya ditanggung pembeli rumah.

Kepengurusannya sekitar 2 minggu hingga 3 bulan.

  1. Penerimaan negara bukan pajak (PNBP)

Pajak jual beli rumah ini dibayarkan langsung bersamaan dengan BBN. Berdasarkan aturannya biayanya sekitar (1/1000 x harga jual rumah) + Rp. 50.000.

  1. Jasa notaris

Peran notaris sangat penting dalam urusan pajak jual beli rumah, karena notaris yang membuatkan AJB, BBN, dan lain-lain terkait jual beli rumah.

Untuk perincian pembayarannya, Anda dapat lihat:

  1. Biaya cek sertifikat sebesar Rp. 100.000
  2. Biaya SK sebesar Rp. 1.000.000
  3. Biaya validasi pajak sebesar Rp. 200.000
  4. Biaya AJB sebesar Rp. 2.400.000
  5. Biaya ABN sebesar Rp. 750.000
  6. Biaya SKHMT (Surat kuasa hak membebankan hak tanggungan sebesar Rp. 250.000
  7. Biaya APHT (Akte pemberian hak tanggungan) sebesar Rp. 1.200.000

Jika Anda menjumlah seluruh komponen biaya, maka jumlah yang harus dibayar adalah sebesar Rp. 5.000.000.

Tapi sekali lagi hal ini sesuai dengan kesepakatan dengan notaris yang bersangkutan. Bisa saja jumlahnya lebih atau kurang dari hal di atas.

Yang terpenting adalah perhatikan syarat-syarat dari transaksi pajak jual beli rumah seperti PBB rumah, iuran listrik, iuran air, dan lain-lain yang belum dilunasi sebelum serah terima AJB, maka biaya tersebut dibebankan kepada penjual rumah.

  1. Asuransi

Biaya yang dibebankan kepada pembeli ini sebagai jaminan jika terjadi hal yang tak diinginkan pada rumah yang dibeli. Sesuai dengan polis standar, biayanya 0,5% dari total aset pembeli.

  1. Kredit pemilikan rumah (KPR)

Biaya KPR ini timbul sebagai pajak jual beli rumah ketika Anda membeli sebuah rumah dengan cara kredit.

Termasuk di dalamnya biaya DP (down payment) atau uang muka, biaya administrasi, provisi, appraisal, dan lain-lain. Selain itu, Anda juga harus membayar pajak listrik, pajak air, dan lain-lain.

Baca juga: Pengertian dan Prosedur Pinjaman KTA

Baca juga: Kartu Kredit Adalah? Semua Tentang Kartu Kredit!

Bagi Anda yang ingin membeli rumah secara KPR atau kredit, Anda harus lebih teliti lagi karena banyak orang yang tertipu dengan sistem ini.

Tips mendapatkan KPR yang Terpercaya

  1. Asal usul dari pengembang atau developer KPR

Anda harus teliti dalam melihat developer rumah yang akan Anda beli, pilihlah yang profesional bahkan kalau perlu yang sudah terkenal.

Carilah informasi sebanyak-banyaknya karena Anda akan berurusan dengan developer ini dalam jangka panjang.

  1. Perhatikan dan lihat dengan teliti bunga KPR

Bunga KPR ini akan menentukan besarnya biaya angsuran Anda tiap bulan, Anda perlu melihat seberapa besar biaya bunganya dan kemampuan Anda untuk membayarnya tiap bulan.

Hal yang perlu perhatikan adalah setoran awalnya (bunga awal) dan bunga tahun selanjutnya, selisih bunga antara nasabah lama dan baru, pelunasan ketika di tengah kredit, dan lain-lain.

  1. Pilihlah KPR dengan persediaan rumah ready stok

Ini bertujuan agar Anda tidak kesusahan nantinya karena kebanyakan developer ketika mempromosikan rumah hanya berupa gambar atau tanah.

Anda harus memperhatikan dengan seksama karena nanti Anda akan kesulitan ketika pembayaran KPR sudah jatuh tempo sedangkan Anda masih membangun rumah.

  1. Teliti semua ketentuan dan persyaratannya

Agar nanti Anda tidak bingung dan terjadi kesalahpahaman antara developer dan pembeli, sebaiknya perhatikan ketentuan dan persyaratan yang tertera, segera tanyakan yang membingungkan atau memiliki arti bias.

  1. Segera datangi Bank terlebih dahulu

Jangan langsung datang ke developer, datanglah ke bank terlebih dahulu untuk konsultasi keuangan dan rumah Anda. Bahkan bank bisa menyarankan soal pajak jual beli rumah Anda.

Demikian infomasi seputar pajak jual beli rumah dan hal lain yang berkaitan tentang kepemilikan rumah. Dengan mengetahui prosedur yang benar, Anda tak perlu khawatir tentang penipuan atau penggelapan pajak yang akhir-akhir ini sering terjadi.

Leave a Reply