Peluang dan Analisa Lengkap Tentang Usaha Ternak Kambing

Seringkali orang merasa bingung hendak memulai bisnis apa. Jumlah lulusan universitas yang menganggur pun terbilang banyak.

Padahal sebenarnya, ada beberapa bisnis di sekitar kita yang apabila dijalani secara serius maka akan mendatangkan keuntungan yang cukup besar.

Di antaranya adalah usaha ternak kambing etawa. Memulai ternak kambing secara kecil-kecilan dapat menjadi jalan keluar bagi yang masih merasa bingung hendak memulai usaha apa.

Fokuskan usaha pada pembibitan kambing, di mana delapan puluh persen dari kambing yang dipelihara adalah betina agar dapat beranak pinak.

Secara sederhana, gambaran dari usaha ternak kambing etawa ini adalah sebagai berikut:

Dana yang dimiliki adalah sebesar lima belas juta. Belanjakan dana tersebut untuk enam ekor kambing betina yang masih produktif serta satu ekor pejantan dengan postur yang tinggi besar.

Sisa dari dana digunakan untuk membangun kandang serta biaa perawatan dan pemeliharaan selama beberapa bulan ke depan.

Dalam tempo satu tahun, indukan sudah melahirkan antara enam hingga dua belas ekor anak kambing. Dari anak kambing yang didapat itu, pilihlah anak kambing pejantan yang akan digemukkan lalu dijual guna menghidupi kambing betina di kandang.

Pada akhirnya, usaha ini akan berjalan stabil dengan penjualan beberapa ekor kambing tiap bulan. Beberapa ekor kambing yang dijual akan digunakan sebagai biaya operasional dan sisanya menjadi keuntungan.

Dibandingkan dengan usaha penggemukan kambing, pembibitan kambing terbilang lebih santai.

Dalam usaha penggemukan kambing, kerja kita harus mencapai target bobot yang maksimal agar keuntungan yang didapat juga dapat mencapai angka maksimal.

Interaksi antara peternak terutama ada pada faktor bibit unggul, pakan yang berkualitas, ketersediaan air yang cukup, tenaga pekerja atau pengurus, kandang ideal, waktu pemberian makan serta vitamin, hingga obat-obatan yang sesuai dosis serta analisis.

Keseluruhan tahapan ini akan berujung pada penambahan bobot yang lebih. Terdapat beberapa sarana serta prasarana yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing etawa ini. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Yang pertama harus diperhatikan adalah lokasi kandang. Lokasi dari usaha pembibitan kambing ini harus memenuhi aneka persyaratan seperti berikut:

1.   Letak kandang harus mudah diakses oleh transportasi
2.  Tempatnya kering serta tidak tergenang air hujan
3.  Dekat dengan sumber air
4. Disinari matahari dalam jumlah cukup. Kandang tunggal dapat menghadap ke arah timur sementara kandang ganda membujur dari utara ke selatan
5. Keberadaan kandang juga tidak boleh mengganggu lingkungan hidup yang ada di sekitarnya
6. Yang terpenting, kandang juga harus memenuhi persyaratan sanitasi serta higienis

Peluang dan Analisa Lengkap Tentang Usaha Ternak Kambing

Hal kedua yang penting untuk diperhatikan dalam usaha ternak kambing yang menguntungkan ini adalah sumber air. Kriteria air yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

1.   Air yang digunakan dalam usaha ternak ini tersedia sepanjang tahun serta dalam jumlah yang memadai
2. Sumber air juga mudah untuk diakses agar tidak menyulitkan tenaga pengurus
3. Penggunaan sumber air untuk ternak tidak akan mengganggu ketersediaan air untuk masyarakat

Bangunan serta peralatan yang dibutuhkan juga termasuk ke dalam modal usaha ternak kambing yang penting untuk dipikirkan sedari awal.

Pembibitan kambing dengan sistem intensif ataupun semi intensif akan membutuhkan peralatan, persyaratan teknis serta bangunan yang memenuhi kriteria berikut:

1.    Untuk bangunannya, bangunlah kandang khusus induk, kandang pejantan, kandang pembesaran, kandang khusus isolasi untuk ternak yang sakit, gudang khusus pakan serta peralatan hingga unit penampungan serta pengolahan khusus limbah.

2.    Untuk peralatannya, sediakan tempat makan, tempat pakan, alat pengangkut rumput, alat pemotong rumput, alat pembuatan kompos, alat pembersih kandang serta peralatan kesehatan untuk hewan.

3.    Persyaratan khusus teknis kandang di antaranya adalah konstruksi kandang harus kuat serta terbuat dari bahan ekonomis yang mudah diperoleh.

Sirkulasi sinar matahari serta udara di dalam kandang juga harus cukup. Saluran pembuangan serta drainase harus baik dan mudah untuk dibersihkan.

Luas kandang juga memenuhi persyaratan serta daya tampung. Lantai kandang rata, tidak kasar, tidak licin, mudah kering serta tahan injak. Terakhir, kandang isolasi harus dibuat secara terpisah.

Terdapat pula syarat dalam pemilihan indukan agar didapat hasil ternak yang maksimal. Syarat untuk indukan di antaranya adalah sebagai berikut:

1.    Pertama, kambing harus dalam keadaan sehat serta terbebas dari segala cacat fisik.

2.    Tidak terdapat cacat fisik seperti kebutaan, pincang, tanduk patah, lumpuh, kuku dan kaki dalam keadaan abnormal, serta kelainan pada tulang punggung.

3.    Semua kambing betina juga harus bebas dari kecacatan alat reproduksi seperti gejala kemandulan.

4.    Kambing jantan juga harus siap menjadi pejantan serta tidak memiliki cacat pada alat reproduksinya.

Terdapat pula syarat khusus untuk usaha ternak kambing etawa. Syarat ini hanya berlaku untuk ternak kambing jenis etawa. Ternak kambing jenis lain akan membutuhkan syarat khusus yang berbeda:

1.    Untuk kambing jenis etawa, pilih yang memiliki warna bulu putih, belang hitam, merah, kadang putih atau cokelat.

2.    Tanduknya berukuran kecil.

3.    Mukanya cembung serta daun telinganya panjang dan juga terkulai ke bawah. Daun telinga ini juga memiliki gelambir yang tebal.

4.    Terdapat bulu panjang di ekor, belakang paha serta dagu.

5.    Betina sebaiknya berumur delapan hingga dua belas bulan, tinggi badan lima puluh lima sentimeter dan berat minimal lima belas kilogram.

6.    Jantan sebaiknya berumur antara dua belas hingga delapan belas bulan, tinggi badan enam puluh lima sentimeter dan berat badan dua puluh kilogram.

Pakan kambing menjadi hal yang harus diperhatikan selanjutnya dalam usaha ternak kambing yang menguntungkan. Pakan harus disediakan secara cukup, baik pakan dari hijauan, fermentasi hingga konsentrat.

Pakan hijauan untuk ternak kambing dapat berupa rumput, sisa dari hasil pertanian, leguminosa hingga dedaunan yang kadar seratnya tinggi serta kadar energinya rendah.

Kualitas pakan kambing yang berupa hijauan ini akan tergantung dari umur pemotongan, ada atau tidaknya zat beracun, palatabilitas serta anti nutrisi.

Sementara pakan fermentasi sesuai namanya adalah pakan yang melewati proses fermentasi, misalnya adalah fermentasi jerami.

Terakhir adalah pakan konsentrat yang berupa pakan rendah serat, tinggi energi, tidak terkontaminasi penyakit, mikroba, hormon, obat-obatan serta bahan kimia.

Untuk air minum dalam kandang harus disediakan secara tidak terbatas, dalam artian selalu tersedia kapanpun dibutuhkan.

Sementara untuk obat-obatannya, dapat meliputi obat-obatan farmasetik, biologik, premik maupun obat alami. Obat hewan ternak terutama yang berjenis biologik serta kimia harus memiliki nomor pendaftaran.

Sementara obat alami tidak harus memiliki nomor pendaftaran. Penggunaan obat-obatan keras apabila diperlukan juga harus mendapat pengawasan dari dokter hewan.

Ketentuan ini telah diatur dalam perundang-undangan serta berlaku terutama di bidang obat-obatan khusus hewan.

Kesehatan hewan menjadi hal berikutnya yang harus kita perhatikan dalam pembibitan kambing.

Kesehatan hewan yang harus menjadi perhatian ini meliputi situasi penyakit, di mana daerah tempat kandang berada tidak terdapat gejala dari penyakit hewan ternak seperti anthrax, kudis atau kluron menular.

Pencegahan atau vaksinasi dapat dilakukan guna mencegah penyakit pada hewan ternak. Pembibitan kambing harus melalui vaksinasi atau pengujian laboratorium terutama untuk mendeteksi ada atau tidaknya penyakit menular.

Catat juga tiap vaksinasi serta jenis vaksin yang digunakan. Laporkan pada Kepala Dinas bidang fungsi peternakan apabila ditemukan kemungkinan kasus penyakit, terutama yang penyebabnya adalah hewan menular.

Baca juga: Tips Memulai dan Melihat Peluang Usaha Sampingan Modal Kecil

Baca juga: 11 Jenis Peluang Usaha dan Tips Memulai Usaha di Pedesaan

Kandang ternak juga harus memenuhi pengamanan kesehatan untuk usaha ternak kambing yang menguntungkan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1.    Pertama adalah lokasi usaha tidak mudah untuk dimasuki binatang liar. Lokasi juga bebas dari binatang peliharaan lain yang berpotensi menularkan penyakit.

2.    Lakukan desinfeksi kandang serta peralatan dengan menggunakan insektisida pembasmi serangga.

3.    Untuk menghindari penularan penyakit, pekerja yang mengurus ternak sakit tidak boleh mengurus ternak yang sehat.

4.    Jaga agar tidak semua orang bisa bebas keluar masuk kandang

5.    Bakar atau kubur bangkai ternak yang mati karena penyakit

6.    Sediakan juga fasilitas desinfeksi bagi karyawan

7.    Segera keluarkan ternak yang sudah mati dari dalam kandang

8.    Keluarkan juga ternak yang sakit agar segera diobati

Berikut adalah analisa usaha ternak kambing dalam skala kecil yang dapat menjadi gambaran bagi kita dalam menjalankan usaha ini:

1.    Pertama, pengeluaran untuk bibit pejantan adalah satu ekor seharga satu juta empat ratus ribu rupiah, sementara bibit betina sebanyak enam ekor total seharga enam juta rupiah, sehingga biaya yang dibutuhkan adalah tujuh juta empat ratus ribu rupiah.

2.    Berikutnya dalam analisa usaha ternak kambing ini adalah makanan tambahan seharga satu juta empat ratus ribu rupiah. Obat-obatan sebesar tujuh ratus ribu rupiah dan total menjadi sembilan juta lima ratus ribu rupiah.

3.    Pemasukan yang bisa didapat bisa dihitung menggunakan perkiraan setiap induk menghasilkan hingga dua ekor anak per tahun. Harga seekor anak kambing adalah tujuh ratus ribu rupiah, sehingga keuntungannya mencapai delapan juta empat ratus ribu rupiah.

4.    Perkembangan nilai bibit atau induk dalam satu tahun juga bisa menjadi sumber pemasukan. Untuk bibit pejantan, harganya menjadi satu juta delapan ratus ribu rupiah. Sementara bibit betina menjadi satu juta dua ratus ribu rupiah per ekor, sehingga enam ekor bibit betina menjadi tujuh juta dua ratus ribu rupiah. Totalnya menjadi sembilan juta rupiah.

5.    Kemudian, kotoran kambing yang dihasilkan per minggu sebanyak satu karung dapat dijual seharga tujuh ribu rupiah. Dalam satu tahun atau lima puluh dua minggu, keuntungannya mencapai tiga ratus sembilan puluh ribu rupiah.

6.    Penghasilan didapat dari pemasukan dikurangi modal usaha ternak kambing, sehingga jumlahnya bisa mencapai delapan juta dua ratus sembilan puluh ribu rupiah.

Analisa usaha ternak kambing di atas adalah untuk usaha ternak yang sederhana dan dilakukan seorang diri.

Apabila hendak mengembangkan usaha ternak kambing etawa dengan banyak indukan, kandang yang besar serta tenaga pengurus khusus, tentunya akan dibutuhkan biaya modal yang lebih banyak lagi. Namun, keuntungan yang didapatkan juga akan berkali-kali lipat lebih banyak.

Dengan ketekunan dan kerja keras, usaha ternak kambing ini dapat menghasilkan banyak keuntungan dan juga dapat menjadi sumber penghasilan sehari-hari.

Image credit: Pixabay

Leave a Reply