Peluang dan Analisa Usaha Lengkap Ayam Petelur

Siapa yang tidak suka telur? Telur merupakan salah satu kebutuhan pokok sehari-hari. Salah satu kebutuhan pokok pangan ini memiliki harga yang tidak cukup stabil. Pada waktu-waktu tertentu, telur akan mengalami kelonjakan harga yang cukup drastis. Kelonjakan harga biasanya di karenakan pasokan produksi dan permintaan yang tidak seimbang.

Telur sendiri di produksi oleh ayam petelur. Melihat jumlah permintaan akan telur yang sangat banyak ini membuat beberapa orang mulai melakukan analisa usaha ayam petelur. Memulai usaha sebagai seorang penjual atau supplier ayam petelur sangatlah menguntungkan.

Namun, sebelum Anda memulai suatu usaha, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa itu usaha ayam petelur, bagaimana cara usaha hingga prospek bahkan keuntungan dan analisis kerugian yang akan ditanggung.

Bagi Anda yang ingin memulai berbisnis, Anda harus mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu. Namun, yang paling penting yaitu mengetahui apa itu usaha ayam petelur. Memiliki usaha bisnis ayam petelur berarti Anda harus memiliki kandang dan sejumlah ayam petelur.

Ayam-ayam inilah yang akan memproduksi telur sehingga bisa Anda distribusikan kebeberapa toko maupun tempat penjualan untuk dijual. Bisnis ini memungkinkan Anda menjadi seorang agen atau penyedia barang. Analisa usaha ayam petelur ini sangatlah menguntungkan. Sehingga tidak sedikit orang mulai menekuni bisnis ini.

Melihat jumlah permintaan yang terus meningkat, membuat para pengusaha ayam petelur menjadi kuwalahan karena jumlah telur yang diproduksi dengan permintaan para konsumen tidak cukup seimbang.

embryo-544192_640

Pic Source: pixabay.com

Hal tersebut dikarenakan dalam satu hari, orang akan membutuhkan telur yang cukup banyak. Baik untuk kebutuhan rumah tangga hingga kebutuhan pada restaurant-restaurant tertentu yang menyediakan menu telur. Jika Anda ingin memulai bisnis usaha ayam petelur, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk sukses dalam menjalankan usaha tersebut.

Memulai Usaha Ternak Ayam Petelur

Sebelum Anda memulai suatu usaha, Anda haruslah mengetahui beberape kemungkinan yang akan terjadi mulai dari keuntungan yang akan didapatkan hingga kerugiannya. Dengan memulai analisa usaha ayam petelur berarti Anda juga sebagai seorang peternak ayam petelur.

Sehingga Anda harus mengerti betul cara-cara merawat ayam petelur. Anda juga harus memperhatikan pakan yang digunakan untuk ayam petelur tersebut. Terlebih lagi, apabila suatu hari ayam petelur Anda sakit atau terkena infeksi, pastikan Anda harus tanggap dalam menanggapi hal tersebut.

Vaksin dan vitamin juga perlu diberikan selain untuk meningkatkan hasil produksi, pemberian vaksin dan vitamin juga diperlukan agar ayam tetap dalam kondisi yang baik dan tidak terkena penyakit. Selain itu, menjaga kebersihan kandang juga penting agar ayam tidak terkena infeksi penyakit.

Modal Ternak Ayam Petelur

Memulai usaha sebagai peternak ayam petelur tentu harus membutuhkan modal yang tidak sedikit. Namun, Anda bisa membuka usaha tersebut dengan skala kecil atau menengah dengan menaruh modal ternak ayam petelur mulai dari 15 juta Rupiah.

Dengan modal tersebut, Anda sudah bisa mendapatkan banyak sekali keuntungan. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tentu dengan tetap menjaga dan merawat ayam dengan baik. Memulai usaha ternak ayam petelur juga sangat menguntungkan.

Tak sedikit orang yang mulai menekuni usaha ini karena keuntungannya yang menggiurkan. Dengan modal ternak ayam petelur minimal 10 hingga 15 juta rupiah, Anda sudah bisa meraup keuntungan bahkan balik modal dalam jangka waktu pendek.

Pemilihan Lokasi Kandang Ayam

Setelah memiliki modal dan siap membuka usaha ayam petelur, menyiapkan kandang dan lokasi yang cukup aman dan nyaman sangatlah diperlukan. Memilih lokasi untuk kandang yang strategis artinya, Anda bisa memilih lokasi yang cukup jauh dari rumah-rumah atau pemukiman.

Hal tersebut untuk memilimalisir terganggunya para warga sekitar dengan bau dari kotoran ayam sehingga analisa usaha ayam petelur Anda bisa pas dan sesuai. Selain memilih lokasi, perawatan kandang sangat penting.

Baca juga: Peluang dan Tips Bisnis Rumahan Menguntungkan di Bidang Kuliner

Baca juga: Masih Bingung Menentukan Usaha Kuliner Unik? Ini Dia Caranya!

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat membanun kandang. Mulai dari kandang yang steril dengan membangun kandang yang dibuat dengan meminimalisir adanya polusi yang masuk. Polusi ternyata bisa menjadi salah satu factor yang menghambat produksi ayam petelur.

Selain itu, kandang yang steril berarti kandang yang sehat. Kandang yang sehat harus terkena sinar matahari yang cukup terutama pada pagi hari. Sinar pagi tidak hanya baik untuk manusia saja. sinar matahari juga baik untuk ayam petelur.

Kandang yang sehat juga harus memiliki suhu dan kapasitas udara yang cukup baik. Hendaknya, membangun kandang yang jauh dari pemukiman serta perbukitan bisa menjadi salah satu hal yang bisa dilakukan.

Hal tersebut diperlukan agar tidak adanya hambatan udara untuk masuk. Hal yang paling penting dalam pembuatan kandang yaitu beberapa sarana dan prasarana seperti alas lantai, pasir, tempat makan dan minum seta tempat untuk bertelur. Lampu dan penerangan yang cukup juga jangan sampai dilupakan.

Bibit dan  Pakan Ayam

Setelah menentukan lokasi yang tepat untuk mendirikan kandang, dalam analisa usaha ayam petelur yang menguntungkan juga memperhatikan pemilihan bibit ayam serta pakan yang digunakan untuk ayam sangat penting. Memilih ayam dari jenis yang baik dan tidak mengalami cacat sangat penting karena akan mempengaruhi hasil produksi.

Sehingga pastikan Anda memilih bibit ayam yang berkualitas di tempat yang terpercaya. Bibit ayam yang berkualitas bagus harus memiliki perilaku yang lincah dan berasal dari indukan yang bagus pula.

Bibit ayam petelur yang memiliki nafsu makan yang baik, dengan bulu yang halus serta ukuran yang pas dengan memilliki bobot kurang lebih 35 hingga 40 Gram adalah bibit ayam petelur yang bagus. Anda bisa menggunakan bibit ayam petelor jenis pullet yang memiliki  harga terjangkau perekornya yaitu 5.200 rupiah serta memiliki kualitas yang bagus.

Pakan yang diberikan untuk ayam petelur sangat penting untuk diperhatikan. Anda bisa memilih pakan konsentrat seperti crumble, pellet hingga tepung yang akan disesuaikan dengan jenis dan umur ayam.

Untuk ayam yang berusia 5 minggu, Anda bisa menggunakan pakan pre-starter. Sedangakn untuk ayam yang memiliki usia 6 hingga 19 minggu menggunakan pakan starter sangat dianjurkan.

Pemberian pakan juga berbeda pada ayam yang berusia 11 minggu biasanya akan diberikan pakan grower hingga ayam tersebut bisa menghasilkan telur. Untuk menghasilkan telur yang banyak dan dengan kualitas yang bagus, Anda bisa memberikan pakan laying phase.

Manfaat Budidaya Unggas Petelur

Budidaya unggas petelur seperti ayam petelur ternyata memiliki manfaat yang cukup banyak. Salah satu manfaat yang sangat besar yaitu dapat dijadikan sebagai salah satu usaha yang menguntungkan. Dengan perawatan yang baik, ayam petelur bisa menghasilkan telur yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan nilai jual dan mendapatkan keuntungan yang lebih.

Manfaat budidaya unggas petelur lainnya yaitu kotoran yang dihasilkan oleh ayam petelur setiap harinya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kandang alami. Sehingga bisa dijual atau digunakan untuk tanaman. Manfaat budidaya unggas petelur juga bisa dilihat dari kegunaan bulunya.

Bulu dari ayam petelur ini bisa dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai salah satu bahan pembuatan kemoceng. Sehingga selain bisa digunakan untuk kebutuhan perabotan rumah tangga sehari-hari juga bisa digunakan untuk menambah peluang bisnis Anda.

Manfaat budidaya unggas petelur yang sangat banyak ini tidak hanya dihasilkan dari telurnya saja yang tinggi akan protein. Tetapi dari dagingnya. Daging ayam petelur memang tidak sebagus seperti ayam pedaging yang sering digunakan sebagai ayam potong.

Analisa Usaha Ayam Petelur

Manfaatnya yang cukup banyak ini menjadikan tak sedikit orang yang menginginkan menjadi seorang pengkusaha sekaligus peternak ayam petelur. Dalam analisa usaha ayam petelur, Anda bisa mendapatkan keuntungan dari usaha ayam petelur ini.

Mulai dari perkiraan modal yang dibutuhkan hingga beberapa biaya yang digunakan sehari-hari untuk mencukupi kebutuhan ayam petelur. Sebelum Anda memulai bisnis ini, pastikan Anda sudah menentukan skala usaha dengan melakukan analisa usaha ayam petelur yang akan Anda jalankan.

Dengan melihat modal, lahan, kapasitas dari kandang, perlengkapan yang lengkap hingga biaya produksi yang di sesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan pasar bisa menjadi acuan Anda untuk menentukan skala usaha yang akan Anda buka.

Hingga saat ini, produksi telur atau telur yang dihasilkan setiap harinya belum bisa memenuhi permintaan pasar. Karena semakin bertambahnya penduduk tertutama di Indonesia, menjadikan permintaan pasar akan kebutuhan pangan yang satu ini sangat tinggi.

Bagi Anda yang ingin memulai usaha sebagai peternak ayam petelur, analisis usaha ayam petelur sangat penting dengan melihat modal ternak ayam petelur yang Anda miliki. Modal ternak ayam petelur juga akan mempengaruhi jumlah omzet hingga keuntungan yang akan diperoleh nantinya.

Dengan kebutuhan modal yang akan Anda keluarkan kurang lebih Rp 15.000.000, Anda sudah bisa membeli sekitar 100 ekor ayam dan juga biaya untuk pembuatan kandang, bibit ayam serta pakan. Dari modal tersebut, Anda bisa amil Rp 8.000.000,- sebagai biaya awal untuk pembuatan kandang.

Dalam analisa usaha ayam petelur sendiri,menentukan modal ternak ayam petelur tersebut masih bisa ditekan dengan membangun kandang sendiri dari kayu bekas maupun bambu. Dengan modal Rp 15.000.000,- Anda juga bisa ambil Rp 5.200.000 untuk membeli bibit ayam petelur jenis pullet 100 ekor dengan harga perbibitnya Rp 5.200,-

Dari modal 15 juta, Anda bisa ambil Rp 32.000 untuk membeli kebutuhan pakan  berupa pakan konsentrat dengan berat 3Kg denga harga Rp 5000,- per kg, pakan beras jagung 6kg seharga Rp 2.500,- per kg, serta pakan bekatul 2kg seharga Rp 1.000,- per kg.

Biaya pakan tersebut digunakan untuk satu hari. Karena rata-rata ayam membutuhkan 110gram per ekornya. Dengan biaya pakan Rp 32.000 perharinya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ayam membutuhkan sekitar 1 juta Rupiah untuk pakan setiap harinya hingga ayam tersebut bertelur.

Dengan menghabiskan biaya tersebut, keuntungan perharinya yang akan Anda peroleh yaitu Rp 40.000 per harinya. Uang sebesar Rp 40.000 ini dapat diambil dari hasil telur dari 100 ekor ayam yaitu 6Kg per hari dengan harga telur yang dijual Rp 12.000 per Kg. Sehingga menghasilkan Rp 72.000,-.

Dengan menghitung hasil penjualan dikurangi biaya pakan sehari maka dapat diperoleh Rp 40.000,- keuntungan yang Anda dapatkan setiap hari. Anda bisa mendapatkan keuntungan dalam satu bulan kurang lebih Rp 1.200.000 bersih.

Analisa usaha ayam petelur ini juga masih bisa didapatkan dari penjualan kotoran ayam perkantongnya yang bisa digunakan untuk pupuk kandang. Anda bisa menjual perkantung tersebut seharga Rp 10.000,- per pack. Ayam akan berhenti bertelur setelah 3 tahun sejak bertelur pada waktu pertama kali.

Sehingga setelah 3 tahun, ayam akan berhenti betelur. Ayam yang sudah tidak bertelur ini akan dijual sebagai ayam pedaging dengan harga Rp 35.000,- setiap ekornya. Sehingga peluang dan analisa usaha ayam petelur sangatlah menguntungkan.

Leave a Reply