Pengertian dan Prosedur Pinjaman KTA

Salah satu cara untuk mendapat uang adalah dengan meminjam. Salah satunya, meminjam pada bank. Namun, seringkali meminjam pada bank terhalang oleh agunan atau jaminan yang harus kita berikan.

Tentu karena meminjam uang dengan jaminan bukan tanpa resiko. Terutama apabila yang dijaminkan adalah barang-barang berharga atau surat-surat berharga.

Karena itulah, kini telah tersedia KTA atau Kredit Tanpa Agunan. Pinjaman KTA seolah menjadi solusi bagi siapa pun yang hendak meminjam uang kepada lembaga bank tanpa harus menyerahkan jaminan apa pun.

Pengertian Pinjaman KTA

Sesuai namanya, pinjaman KTA merupakan produk pinjaman di mana peminjam akan diberikan fasilitas kredit tanpa harus menjaminkan aset tertentu sebagai jaminan untuk pinjaman tersebut. 

Singkatnya, KTA adalah pinjaman uang tanpa memberikan jaminan apa pun pada bank.

Dalam Kredit Tanpa Agunan ini, pihak bank akan mengambil keputusan untuk memberikan kredit berdasarkan pada riwayat kredit pribadi pemohon.

Ada sangat banyak penggunaan dari KTA ini dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk di antaranya adalah untuk kebutuhan konsumsi yang luas serta bermacam-macam.

Ada banyak bank di Indonesia yang sudah melayani pinjaman KTA tanpa kartu kredit.

Di antaranya adalah Danamon, HSBC, BNI, Mandiri, BCA, Panin, Permata, Standard Chartered, Maybank, Citibank, BNP, ANZ, CIMB Niaga, OCBC NISP serta Bukopin.

pinjaman KTA

Pic Source: Pixabay.com

Kredit Tanpa Agunan ini populer terutama karena memiliki kegunaan yang sangat beraneka ragam. Salah satunya adalah pihak bank tidak akan mengharuskan pengaju untuk kebutuhan tertentu.

Ini artinya, kita bisa melakukan apa saja terhadap hasil pencairan dari KTA.

Keuntungan Pinjaman KTA

Secara garis besar, pinjaman KTA merupakan salah satu produk kredit konsumtif, di mana pencairannya akan digunakan untuk berbagai kepentingan.

Kepentingan yang dimaksud termasuk biaya renovasi rumah, pendidikan anak, pernikahan, pengobatan, modal usaha atau bisnis, pelunasan atau pun penutupan credit card serta aneka kebutuhan finansial yang lain.

Proses Cepat

Keuntungan yang bisa diperoleh dari Kredit Tanpa Agunan ini sangat beraneka ragam. KTA menjadi solusi yang instan untuk nasabah yang menginginkan dana secara cepat.

Selain prosesnya yang mudah, produk ini juga memiliki kelebihan lain seperti syarat mudah, cicilan ringan serta bunga yang rendah.

Suku Bunga Tetap

Keuntungan lain dari pinjaman KTA di antaranya adalah suku bunga yang tetap, periode cicilan kredit dapat disesuaikan antara 12 hingga 60 bulan, mendapat perlindungan asuransi untuk beberapa produk KTA yang berasal dari bank tertentu, serta limit pengajuan yang lumayan besar yaitu mencapai Rp 300.000.000,-.

Syarat Mengajukan Pinjaman KTA

Untuk mengajukan KTA, terdapat beberapa dokumen yang harus kita penuhi. Dokumen ini terdiri dari:

  • fotokopi KTP atau paspor
  • fotokopi NPWP apabila pinjaman di atas Rp50 juta
  • arsir bagian depan dari kartu kredit
  • fotokopi kartu kredit bank lain dengan keanggotaan minimal satu tahun
  • slip gaji terakhir
  • fotokopi cover buku tabungan serta mutasi rekening tabungan

Persyaratan Kredit Tanpa Agunan BNI umumnya akan sama saja seperti pengajuan KTA di bank lain.

Ada baiknya kita mencari tahu terlebih dahulu dokumen apa saja yang harus dipenuhi sebelum mengajukan kredit.

Lembaga keuangan yang memberikan pinjaman KTA biasanya akan menaksir limit pinjaman agar sesuai dengan penghasilan serta pengeluaran finansial dari calon debitur.

Hal ini dikarenakan KTA merupakan satu-satunya pinjaman tunai di mana tidak terdapat jaminan di dalamnya.

Lebih lanjut, pinjaman KTA diharapkan akan bisa memberikan solusi menguntungkan untuk kedua belah pihak, baik kreditur atau pihak bank serta debitur.

Jika analis kredit dari bank telah menyetujui pengajuan pinjaman debitur, maka dana yang dipinjamkan akan segera dicairkan.

Jumlah maksimal dari dana yang dipinjamkan pihak bank biasanya adalah tiga hingga delapan kali dari gaji per bulan debitur. Jumlah ini tentunya cukup besar sehingga bisa memenuhi kebutuhan apa pun yang diperlukan oleh calon debitur.

Metode pembayaran pinjaman KTA juga telah dijamin oleh pihak bank agar dapat memberikan kenyamanan pada calon debitur, baik Kredit Tanpa Agunan Mandiri ataupun bank-bank lainnya.

Baca juga: Jenis Pinjaman Bank Mandiri, Syarat dan Ketentuannya

Baca juga: Tips Mendapatkan Pinjaman Dana Tunai dan Syarat Lengkapnya

Pihak bank biasanya akan menawarkan beberapa metode dalam melakukan pembayaran untuk pinjaman KTA.

Termasuk dalam metode pembayaran ini adalah transfer antar bank melalui ATM, setor langsung di teller bank, e-banking hingga mendaftar auto debet yang berasal dari rekening debitur.

Beberapa bank juga turut menawarkan pilihan lain dalam pembayaran tagihan. Pilihan pertama ialah membayarkan jumlah yang telah ditetapkan beserta bunga flat.

Pilihan kedua ialah membayar jumlah yang sesuai kemampuan debitur. Untuk pilihan kedua ini terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Jenis Perhitungan BUnga pada Pinjaman KTA

Dalam pinjaman KTA, terdapat tiga jenis penghitungan bunga yang diberlakukan. Ketiga perhitungan bunga ini adalah suku bunga flat, suku bunga efektif dan suku bunga anuitas.

Suku Bunga Flat

Pertama ada suku bunga flat. Suku bunga satu ini memiliki perhitungan yang paling mudah. Angsuran tiap bulannya sama dan biasa dipakai untuk Kredit Tanpa Agunan.

Plafon kredit serta besaran bunga juga akan sama serta dihitung dengan proporsional sesuai jangka waktu kredit.

Nilai bunga flat ini akan sama pada setiap bulannya. Bunga akan dihitung dari persentase bunga dikalikan dengan pokok pinjaman awal.

Sehingga jumlah pembayaran pokok serta bunga akan sama besarnya di tiap bulan.

Suku Bunga Efektif

Kedua ada suku bunga efektif dalam pinjaman KTA. Suku bunga efektif disebut pula sebagai sliding rate. Perhitungannya akan dilakukan di akhir periode angsuran.

Bunga kredit ini akan dihitung dari saldo akhir di tiap bulannya. Bunga akan dihitung berdasarkan nilai pokok pinjaman yang belum dibayar.

Ini artinya, bunga efektif tiap bulan akan berbeda-beda berdasarkan dari nilai pokok yang masih belum dibayar.

Nilai bunga yang harus dibayar debitur tiap bulannya juga akan mengecil. Ini karena angsuran yang harus dibayar juga semakin menurun dari bulan ke bulan, sehingga besarnya bunga akan turut mengecil.

Suku Bunga Anuitas

Ketiga ada suku bunga anuitas. Jenis bunga pada pinjaman KTA yang satu ini merupakan modifikasi dari perhitungan kredit suku bunga efektif.

Modifikasi ini akan dilakukan agar nasabah dapat semakin mudah dalam membayar angsuran per bulannya. Ini karena besaran angsuran tiap bulan akan sama.

Angsuran bulanan dari kredit bunga anuitas ini akan sama, akan tetapi komposisi bunga serta pokok angsuran dapat berbeda di tiap periode.

Besaran bunga tiap bulan akan mengecil dan angsuran pokok tiap bulannya akan membesar. Maka, angsuran bulanan akan tetap namun komposisi antara angsuran pokok serta bunga yang akan berbeda.

Biaya Administrasi Pinjaman KTA

Terdapat beberapa biaya yang harus dibayar dalam Kredit Tanpa Agunan BCA atau pun pinjaman KTA pada umumnya.

Berikut adalah beberapa biaya yang harus dibayar apabila kita mengajukan pinjaman Kredit Tanpa Agunan.

Biaya Provisi

Pertama ada biaya provisi, yang merupakan biaya awal yang harus dibayar saat mengajukan kredit perorangan. Provisi merupakan biaya balas jasa kepada pihak bank atas disetujuinya pinjaman.

Biaya provisi seringkali disebut sebagai biaya administrasi. Biaya ini hanya akan dibayarkan satu kali saja pada awal proses pengambilan kredit.

Biaya di Muka

Kedua ada biaya di muka, yaitu biaya yang harus dibayar di luar cicilan. Jumlahnya akan ditentukan dari pihak bank, namun tidak akan lebih dari lima persen dari total pinjaman.

Biaya Bunga

Ketiga ada biaya bunga, yang akan diberikan oleh pihak bank. Besarnya bunga akan berbeda-beda tergantung dari bank tempat kredit dikeluarkan.

Bunga dari KTA ini cukup tinggi dan bisa mencapai 10 hingga 23 persen tiap tahun. Ini karena dalam KTA tidak terdapat jaminan aset apa pun sehingga bank dapat menerima resiko yang lebih besar.

Biaya Pinalti

Keempat ada biaya penalti. Biaya ini akan dikenakan oleh pihak bank jika pelunasan pinjaman KTA dipercepat sesuai ketentuan dari masing-masing bank.

Biaya penalti bisa mencapai 5 hingga 6 persen dari sisa pinjaman yang belum dibayarkan.

Biaya Materai

Kelima ada biaya materai yang akan digunakan dalam pembayaran materai. Namun pada beberapa bank tertentu ada juga yang biaya materainya dibayar oleh pihak bank.

Biaya Asuransi

Terakhir adalah biaya asuransi. Asuransi jiwa ini dapat melindungi pihak debitur. Ini karena tenor yang cukup lama dan bank juga tidak mau beresiko apabila nantinya debitur meninggal dunia.

Prosedur Pengajuan KTA

Selanjutnya, akan kita bahas prosedur lengkap dalam pengajuan KTA. Pengajuan pinjaman KTA akan dimulai dari pemenuhan identitas pribadi sebagai syarat umum dari pengajuan KTA. Termasuk di antaranya adalah syarat usia minimal 21 tahun dan maksimal 65 tahun.

Syarat

Pastikan juga keaslian serta kelengkapan dokumen yang disyaratkan dalam pengajuan KTA. Dokumen-dokumen ini meliputi:

  • Kartu Keluarga
  • Akta Nikah apabila sudah menikah
  • NPWP
  • Surat Keterangan Penghasilan untuk karyawan
  • SIUP atau pun TDP untuk pengusaha
  • fotokopi tabungan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir

Selanjutnya, bank akan memeriksa catatan dari pemakaian kartu kredit calon debitur.

Pastikan bahwa catatan kredit kita tengah dalam keadaan lancar apabila hendak mengajukan pinjaman KTA ini.

Pertimbangan Penerimaan

Status profesi juga penting untuk diperhatikan. Di antaranya adalah karyawan yang sudah bekerja selama satu tahun dan memiliki penghasilan sendiri, wiraswasta yang telah memiliki usaha selama setidaknya dua tahun serta profesional yang telah memiliki tempat praktek usaha dan disahkan dengan akta hukum.

Berikutnya akan ada jumlah debt ratio atau rasio utang yang dimiliki calon debitur. Jumlahnya tidak boleh melebihi tiga puluh persen dari seluruh penghasilan saat mengajukan pinjaman ini.

Proses Validitas dan Verifikasi

Langkah selanjutnya adalah validitas nomor telepon. Nomor yang diberikan pada bank harus merupakan nomor aktif serta masih bisa dihubungi.

Saat mengajukan pinjaman, calon debitur akan diminta untuk menyerahkan nomor telepon pribadi, kantor atau pun keluarga yang tidak serumah.

Terakhir adalah proses verifikasi. Pastikan dalam proses ini telah berjalan dengan lancar. Usahakan juga semua data telah diisikan secara sesuai dengan data aplikasi dari pihak bank.

Pihak bank nantinya akan menghubungi kembali untuk melakukan verifikasi dan juga survey nasabah langsung.

Karena tidak diperlukan agunan atau jaminan dalam pinjaman KTA, maka pinjaman ini seringkali digunakan untuk modal usaha atau bisnis. Limit yang tinggi dan tenor yang cukup panjang turut memberi kemudahan tersendiri untuk para calon debitur.

Demikian adalah pengertian dan juga prosedur yang harus dilakukan dalam mengajukan pinjaman Kredit Tanpa Agunan atau KTA.

Kita bisa melakukannya di beberapa bank tertentu di atas. Semoga uraian di atas dapat bermanfaat terutama untuk kita yang hendak mengajukan pinjaman tanpa harus memusingkan barang jaminan.

Leave a Reply