Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan terkadang akan membingungkan para pegawai atau tenaga kerja yang menerimanya.

Ini karena tidak semua orang tahu persis seperti apa perhitungan yang diberlakukan.

Untuk itu, penting bagi kita dalam memahami perhitungan iuran BPJS dengan disertai aneka contoh.

Artikel ini dapat menjadi referensi dalam melakukan perhitungan tarif untuk iuran bulanan BPJS Ketenagakerjaan yang wajid dibayarkan karyawan di perusahaan masing-masing.

Dasar perhitungan untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan atau BPJS TK di bawah ini adalah situs resmi BPJS Ketenagakerjaan.

Iuran BPJS Kesehatan perusahaan

Pic Source: Pixabay.com

Perhitungan Tarif BPJS Kesehatan

Dasar perhitungan yang pertama adalah tarif iuran BPJS Ketenagakerjaan 2016 akan dihitung berdasarkan program BPJS Ketenagakerjaan.

Program ini meliputi Jaminan Hari Tua atau JHT, Jaminan Keselamatan Kerja atau JKK, Jaminan Kematian atau JKM serta Jaminan Pensiun atau JP.

1) Iuran Jaminan Keselamatan Kerja

Iuran Jaminan Keselamatan Kerja atau JKK tergantung pada resiko di lingkungan kerja. Untuk kelompok I dengan tingkat resiko sangat rendah akan mengambil 0.24% upah sebulan, kelompok II atau tingkat resiko rendah akan mengambil 0.54% upah sebulan, dan kelompok III atau tingkat resiko sedang akan mengambil 0.89% upah sebulan.

Berikutnya kelompok IV atau resiko tinggi akan mengambil 1.27% upah sebulan dan kelompok V atau resiko sangat tinggi akan mengambil 1.74% upah sebulan.

Iuran JKK akan ditanggung sepenuhnya oleh para pemberi kerja.

2) Iuran JKM atau Jaminan Kematian

Iuran JKM atau Jaminan Kematian sebesar 0.30% dari upah sebulan akan ditanggung seluruhnya oleh perusahaan. Iuran JHT atau Jaminan Hari Tua sebesar 5.7% dari upah sebulan akan ditanggung perusahaan sebesar 3.7% dan ditanggung pekerja sebesar 2%.

3) Iuran JP atau Jaminan Pensiun

Iuran JP atau Jaminan Pensiun sebesar 3% dariupah sebulan akan ditanggung perusahaan sebesar 2% dan ditanggung pekerja sebesar 1%.

Upah sebulan yang menjadi dasar perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan akan terdiri dari upah pokok serta tunjangan tetap.

Batas terendah untuk upah yang menjadi dasar perhitungan iuran akan disesuaikan Upah Minimum Regional di wilayah setempat.

Batas tertinggi upah sebulah yang menjadi dasar perhitungan adalah Rp 8.000.000. Terdapat denda sebesar 2% dari total keseluruhan iuran apabila iuran ini terlambat dibayarkan, yaitu tanggal 15 di tiap bulannya.

Terdapat beberapa data yang harus dikumpulkan sebelum pelaksanaan perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan online.

Baca juga: Menyiapkan Masa Depan Bersama BPJS Ketenagakerjaan

Contoh Perhitungan Iuran BPJS

Data-data yang dikumpulkan ini guna mempermudah dasar perhitungan yang telah dipaparkan sebelumnya.

Pertama adalah data gaji pokok serta tunjangan yang diberikan pada tiap karyawan atau pegawai. Ketahui juga nilai UMP atau UMR atau UMK di wilayah setempat yang masih berlaku.

Terakhir, tentukan pula tingkat resiko di lingkungan kerja untuk menentukan persentase perhitungan iuran jaminan keselamatan kerja. Besarannya akan dievaluasi tiap dua tahun.

Untuk lebih memahami iuran BPJS Ketenagakerjaan online, berikut adalah contoh perhitungannya.

Perusahaan ABC yang letaknya di Jakarta memiliki dua karyawan serta telah didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan. Data-data gaji, tunjangan, UMR dan resiko di lingkungan kerja adalah sebagai berikut.

Karyawan I memiliki gaji pokok Rp 4.000.000 serta tunjangan tetap Rp 1.500.000 sementara karyawan II memiliki gaji pokok Rp 7.500.000 serta tunjangan tetap Rp 2.500.000.

UMR Jakarta adalah Rp4 .000.000 dan berdasarkan evaluasi, perusahaan tersebut berada di tingkat resiko lingkungan kerja rendah.

Dengan UMP Rp4.000.000 dan presentase JKK 0.54% dari upah sebulan, maka berikut adalah iuran BPJS TK yang harus dibayarkan.

Karyawan I memiliki total upah sebulan Rp 5.500.000 dan berada di bawah batas tertinggi upah sebulan yaitu Rp 8.000.000 sehingga yang dijadikan dasar perhitungan upah sebulan karyawan I ialah Rp 5.500.000.

Iuran JKK karyawan I adalah 0.54% x 5.500.000 = Rp 29.700 (dibayar oleh perusahaan).

Iuran JKM karyawan I adalah 0.30% x 5.500.000 = Rp16.500 (dibayar oleh perusahaan).

Iuran JHT sebesar total 5.7% dibayar perusahaan sebesar 3.7% x 5.500.000 = Rp 203.500 dan dibayar oleh karyawan sebesar 2% x 5.500.000 = Rp 110.000.

Iuran JP karyawan I sebesar total 3% dibayar oleh perusahaan sebesar 2% x 5.500.000 = Rp 110.000 dan dibayar oleh karyawan sebesar 1% x 5.500.000 = Rp 55.000.

Jadi, total iuran BPJS Ketenagakerjaan online yang harus dibayar oleh karyawan I adalah Rp110.000 + Rp55.000 = Rp165.000

Sisanya dibayar oleh perusahaan sebesar Rp 29.700 + Rp 16.500 + Rp 203.500 + Rp 110.000 = Rp359.700

Total keseluruhannya adalah Rp 359.700 + Rp 165.000 = Rp 524.700

Baca juga: Perlindungan Penuh dengan Asuransi Mobil All Risk

Baca juga: Bi Checking Online Melalui Web Bank Indonesia

Kemudian, kita hitung iuran BPJS TK untuk karyawan II dengan total gaji per bulan Rp 10.000.000 (gaji pokok Rp 7.500.000 + tunjangan Rp 2.500.000).

Upah karyawan II berada di atas UMR dan nilai tertinggi upah sebulan yaitu Rp 8.000.000 sehingga yang dijadikan dasar perhitungan adalah nilai tertinggi upah sebulan yakni Rp 8.000.000.

Perhitungan iuran JKK karyawan II adalah 0.54% x 8.000.000 = Rp 43.200 (dibayar oleh perusahaan)

Iuran JKM 0.30% x 8.000.000 = Rp 24.000 (dibayar oleh perusahaan)

Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan excel untuk iuran JHT adalah 5.7% dari upah sebulan, dibayar oleh perusahaan sebesar 3.7% x 8.000.000 = Rp 296.000 dan dibayar oleh karyawan sebesar 2% x 8.000.000 = Rp 160.000.

Cara pembayaran BPJS Ketenagakerjaan perusahaan untuk JP memiliki nilai maksimal perhitungan sebesar Rp 7.000.000.

Walaupun upah karyawan II sebulan yang dijadikan dasar adalah Rp 8.000.000 namun yang menjadi dasar perhitungan untuk JP adalah Rp 7.000.000.

Maka, iuran JP karyawan II sebulan menjadi total 3% dibayar oleh perusahaan sebesar 2% x 7.000.000 = Rp 140.000 dan dibayar oleh karyawan sebesar 1% x 7.000.000 = Rp 70.000.

Total iuran BPJS kesehatan perusahaan yang dibayarkan oleh perusahaan menjadi Rp 43.200 + Rp 24.000 + Rp 296.000 + Rp 140.000 = Rp 503.200

Dan total yang dibayarkan oleh karyawan II adalah sebesar Rp 160.000 + Rp 70.000 = Rp 230.000 yang akan dipotong dari gaji karyawan.

Total iuran BPJS yang dikeluarkan baik oleh perusahaan serta karyawan II adalah Rp 503.200 + Rp 240.000 = Rp 733.200

Total iuran program pensiun BPJS Ketenagakerjaan yang dikeluarkan perusahaan ABC untuk karyawan I dan karyawan II adalah Rp 524.700 + Rp 733.200 = Rp 1.257.900.

Demikian adalah perhitungan BPJS Ketenagakerjaan excel disertai contoh-contohnya untuk kasus jumlah total upah yang berbeda. Contoh kasus di atas dapat menjadi gambaran perhitungan iuran bulanan BPJS TK. Perhitungan yang lebih cepat serta akurat bisa menggunakan program Microsoft Excel.

Program BPJS Ketenagakerjaan memang memberikan kemudahan dan kenyamanan terutama karena bantuan-bantuan yang diberikan akan memberi jaminan pada karyawan di hari tuanya nanti saat sudah pensiun.

Jaminan ini juga membantu apabila karyawan meninggal dunia sebelum pensiun karena resiko di lingkungan kerja atau karena sebab lain.

Iuran BPJS Kesehatan perusahaan dapat kita ketahui supaya kita bisa menghitung sendiri besaran iuran yang harus dikeluarkan. Ini akan membantu kita dalam lebih memahami potongan gaji tiap bulan yang dibebankan pada karyawan.

Semoga perhitungan iuran dan program pensiun BPJS Ketenagakerjaan di atas dapat membantu kita. Terutama agar kita lebih memahami perhitungan serta manfaat lain yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan.

Leave a Reply