Serba-Serbi Cara Investasi Reksadana yang Perlu Diketahui

Kehidupan manusia itu dinamis. Kehidupan manusia itu bagaikan roda yang selalu berputar. Mereka yang berada di atas suatu saat akan terguling ke bawah. Mereka yang berada di bawah suatu saat akan menaiki roda kehidupan dan berada di atas roda kehidupan.

Tidak ada manusia yang tahu kapan roda kehidupan akan berputar. Tidak ada manusia juga yang tahu bagaimana mereka akan digulingkan dalam oleh roda kehidupan.

Oleh karena itu, mereka harus melakukan persiapan untuk mengantisipasi saat ketika roda kehidupan mereka digulingkan. Ada banyak cara yang bisa diterapkan agar kita tidak terpuruk ketika roda kehidupan yang semula berada di atas berguling secara tiba-tiba ke bawah.

Salah satu cara terbaik untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan melakukan investasi, seperti cara investasi reksadana, emas, saham dan tanah.

Investasi dianggap sebagai cara terbaik untuk membelanjakan uang yang kita miliki. Meski pun uang yang kita miliki terkuras habis untuk investasi tetapi kita akan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.

Ada beragam bentuk investasi yang bisa diterapkan seperti cara investasi reksadana untuk pemula, investasi emas, investasi tanah dan masih banyak lagi.

Investasi emas merupakan bentuk investasi yang paling umum dilakukan oleh orang-orang. Alasan orang-orang memilih emas sebagai salah bentuk investasi mereka adalah karena harga emas yang selalu naik setiap tahunnya.

Padahal, harga emas sebenarnya fluktuatif. Terkadang harga emas bisa turun tergantung kondisi perekonomian dunia. Kalau pun dijual harga jual emas pasti lebih murah daripada harga beli. Sehingga, emas tidak bisa dikatakan sebagai investasi yang memiliki banyak keuntungan seperti keuntungan investasi reksadana.

Mengapa Reksadana Menjadi Investasi yang Paling Potensial

Ada pun jenis investasi lain yang digemari oleh orang-orang yaitu investasi tanah dan properti. Prospek dari investasi tanah dan properti memang cerah karena kebutuhan pasar akan tanah dan properti setiap tahunnya tidak pernah berkurang, bahkan selalu naik.

Sayangnya, untuk memulai investasi tanah dan properti dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Mulai dari ratusan juta Rupiah sampai milliaran Rupiah. Hal ini berbeda dari cara investasi reksadana.

Investasi reksadana yang bisa dimulai dengan modal yang sedikit. Kita bisa memulai cara investasi reksadana untuk pemula dengan modal ratusan ribu Rupiah saja. Dengan modal yang sedikit, kita bisa mendapatkan keuntungan investasi reksadana hingga berkali-kali lipat.

Alasan lain mengapa investasi tanah dan properti tidak memiliki keuntungan yang menggiurkan seperti keuntungan investasi reksadana adalah karena tanah dan properti harus membayar pajak setiap tahun serta ada biaya perawatan yang nominalnya tidak sedikit.

Oleh karena itu, reksadana menjadi pilihan investasi terbaik karena cara investasi reksana bisa dimulai dengan mudah dan modal yang sedikit dengan keuntungan investasi reksadana yang menjanjikan jaminan masa depan yang cerah.

Mengenal Lebih Dekat Tentang Reksadana

Tetapi sebelum kita membahas tentang cara investasi reksadana untuk pemula, kita perlu tahu apakah investasi reksadana itu sendiri. Reksadana sendiri merupakan bentuk investasi yang dibentuk oleh Bank Kustodian dan Manajer Investasi. Cara investasi reksadana dibentuk melalui persetujuan dari notaris yang berwenang.

Meski pun Bank Kustodian dan Manajer Investasi memegang peranan penting dalam pembentukan investasi reksadana. Keduanya memiliki peran yang berbeda dalam cara investasi reksadana.

Bank Kustodian memiliki peran untuk menyelesaikan transaksi dan administrasi dalam investasi reksadana. Selain itu, Bank Kustodian juga memiliki tanggung jawab dalam penyimpanan dana investasi yang disetorkan oleh para investor.

Sedangkan, Manajer Investasi memiliki peranan dalam hal pengelolaan dana yang telah dikumpulkan oleh para investor. Cara investasi reksadana dalam mengalokasikan dana dari investor adalah dengan menggunakannya dalam saham, obligasi, portofolio efek dan SBI.

Investasi reksadana dipilih menjadi alternatif terbaik untuk berinvestasi karena keuntungan investasi reksadana yang tidak didapat dari bentuk investasi yang lain.

Investasi reksadana bisa dikatakan sebagai investasi dalam keterbatasan. Hal ini dikarenakan investasi reksadana ditujukan untuk orang-orang yang memiliki keterbatasan dalam hal finansial, waktu, pengetahuan dan informasi tentang investasi yang masih sangat terbatas.

Oleh karena itu, cara investasi reksadana untuk pemula bisa dimulai dengan sangat mudah, walau pun kita memiliki pengetahuan yang terbatas tentang dunia investasi terutama investasi reksadana.

Yang perlu kita lakukan untuk memulai investasi reksadana adalah dengan menyetorkan sejumlah uang kepada dua ahli yang memegang kendali investasi reksadana yaitu Bank Kustodian dan Manajer Investasi.

Keuntungan dan Kerugian Investasi Reksadana

Kehadiran Bank Kustodian dan Manajer Investasi memberikan peranan yang penting dalam hal pengelolaan dana tersebut. Para investor tidak perlu berpikir bagaimana nasib dana yang mereka investasikah karena sudah ada ahli yang mengelola yaitu Bank Kustodian.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin? 9 Hal yang Anda Perlu Tahu Tentang Bitcoin!

Baca juga: Pembuatan Paspor Online 2017, Mudah, Cepat, dan Tanpa Ribet!

Para investor juga tidak perlu pusing memikirkan bagaimana mereka memantau perkembangan investasi reksadana mereka. Manajer Investasi hadir untuk memantau perkembangan investasi reksadana yang kita lakukan dengan melakukan kajian mengenai portofolio efek seperti saham, obligasi dan SBI.

Investasi reksadana bukanlah investasi yang ilegal karena Investasi reksadana juga sudah memiliki jaminan secara hukum. Ketentuan mengenai investasi reksadana telah diatur dalam Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 Pasal 1 Ayat 27.

Namun, tidak ada keuntungan tanpa kekurangan. Sama halnya dengan keuntungan investasi reksadana yang memiliki kekurangan juga. Investasi reksadana memiliki kekurangan seperti adanya kerugian.

Kerugian tersebut harus kita tanggung sendiri karena investasi reksadana berbeda dengan investasi berupa deposito atau tabungan yang dijamin oleh lembaga pemerintah, yaitu bank.

Untuk menyiasati risiko kerugian yang mungkin saja bisa kita alami, kita harus bisa mengatur strategi dalam pengalokasian dana investasi reksadana. Sebaiknya dalam investasi reksadana kita tidak harus mengalokasikan dana dalam satu bentuk portofolio efek saja. Kita bisa mengalokasikannya dalam berbagai bentuk portofolio efek seperti saham, SBI dan obligasi.

Dengan strategi penyebaran investasi reksadana tersebut, kita bisa menghindari adanya total loss atau kerugian total. Sebelum membeli produk investasi reksadana kita juga perlu melakukan kajian mengenai keuntungan dan kerugian dari produk investasi reksadana yang akan kita beli.

Selain itu, keuntungan investasi reksadana adalah cara memulai investasinya yang mudah dan murah dibandingkan bentuk investasi yang lain. Kita bisa memulai investasi reksadana dengan modal Rp 100.000,- saja dan akan mendapatkan keuntungan kumulatif setiap periodenya.

Seiring perkembangan teknolog, investasi reksadana bisa dilakukan dengan cara online yang tidak akan memungut biaya sepeser pun dalam proses transaksinya. Begitu pula dengan agen pelayanan investasi reksadana yang tidak akan memungut biaya jual beli produk investasi reksadana.

Keuntungan lain yang bisa didapatkan dari investasi reksadana adalah kita tidak diharuskan membeli produk asuransi secara rutin. Hal ini yang membedakan investasi reksadana dengan bentuk investasi lain seperti asuransi jiwa. Dalam melakukan investasi reksadana kita tidak memiliki kewajiban untuk membeli produk setiap bulannya.

Ingin Membuka Reksadana?

Meski pun untuk memulai investasi reksadana membutuhkan proses yang mudah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memulai investasi reksadana ini.

  • Produk Reksadana

Pertama, kita harus memilih produk investasi reksadana yang sesuai. Dalam hal ini kita harus memperimbangkan kondisi keuangan kita sebelum melakukan investasi.

  • Bank Kustodian dan Manajer Investasi

Kedua, kita harus mempertimbangkan dua pihak yang akan mengurus investasi reksadana kita yaitu Bank Kustodian dan Manajer Investasi. Kita harus melakukan kajian dengan seksama mengenai reputasi dari dua pihak pengelola tersebut.

Kedua pihak tersebut yang akan membantu kita selama proses investasi reksadana dan menentukan keuntungan dari investasi reksadana yang kita lakukan. Semakin baik reputasi yang dimiliki oleh Bank Kustodian dan Manajer Investasi maka peluang kita untuk mengalami total loss akan semakin berkurang.

  • Produk Reksadana

Ketiga, setelah menentukan Bank Kustodan dan Manjaer Investasi, kita bisa melakukan subcription atau pembelian produk reksadana melalui agen investasi reksadana yang tersedia.

Untuk membeli produk investasi reksadana kita perlu melewati beberapa tahapan. Kita mempunyai dua pilihan untuk membeli produk investasi reksadana. Yang pertama, kita bisa membeli produk investasi reksadana secara langsung kepada manajer investasi. Yang kedua, kita bisa membelinya melalui bank yang sudah ditentukan.

Sebelum kita melakukan investasi reksadana kita perlu membuka rekening untuk investasi reksadana terlebih dahulu. Kita perlu menyiapkan fotokopi identitas dan persyaratan lain yang bisa ditanyakan kepada petugas yang berwenang.

Kemudian kita akan menyetorkan dana yang telah dipersiapkan untuk membeli produk investasi reksadana. Umumnya, bentuk investasi reksadana terdiri dari empat jenis yang bisa dipilih sesuai dengan kondisi keuangan kita. Keempatnya memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa dikaji oleh para calon investor reksadana.

Macam-Macam Reksadana

  • Jenis investasi reksadana yang pertama adalah investasi reksadana saham. Investasi reksadana berbentuk saham ini mengalokasikan 80 % dari uang yang kita investasikah ke dalam bentuk saham perusahaan-perusahaan besar.
  • Jenis investasi reksadana yang kedua adalah investasi reksadana pendapatan tetap. Jenis investasi reksadana ini mengalokasikan 80% sampai dengan 100% dana yang kita investasikah dalam bentuk obligasi atau surat utang.
  • Jenis investasi reksadana yang ketiga adalah investasi reksadana pasar uang. Pada jenis investasi reksanada dalam bentuk pasar uang ini seluruh dana yang kita investasikah akan dialokasikan dalam bentuk surat berharga dalam efek pasar uang seperti deposito, SBI dan obligasi atau surat utang dalam tempo pembayaran satu tahun.
  • Jenis investasi reksadana yang keempat adalah investasi reksadana campuran. Pada investasi reksadana campuran ini seluruh dana yang telah diinvestasikan oleh para investor akan dialokasikan dalam bentuk produk investasi reksadana yang tidak termasuk dalam ketiga jenis produk investasi reksadana yang telah disebutkan di atas.

Setelah melakukan investasi dan pembelian produk reksadana kita akan mendapatkan sebuah sertifikat. Sertifikat ini merupakan bukti atas kepemilikan produk reksadana yang kita miliki.

Untuk mengetahui perkembangan dari investasi reksadana yang kita lakukan ada sebuah parameter yang disebut dengan istilah NAB atau Net Asset Value atau Nila Aktiva Bersih.

NAB atau Nilai Aktiva Bersih akan menjadi penentu keberhasilan dari investasi reksadana yang kita lakukan. Nilai Aktiva Bersih sendiri didapatkan dari harga suatu produk investasi reksadana dikurangi biaya operasional dan dibagi dengan banyaknya unit produk investasi reksadana yang kita miliki.

Selain itu, investasi reksadana juga memiliki lembaga pelindung yang disebut dengan OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.

OJK merupakan lembaga yang bertugas memberikan otoritas atau ijin kepada seluruh pihak yang memiliki sangkut paut dalam dunia investasi reksadana.

Leave a Reply