Serba-Serbi Perjanjian Jual Beli Rumah Baru dan Bekas

Dari awal pasti kita sudah menyadari bahwa kita bekerja keras agar menjadi orang yang sukses. Namun, setiap orang memiliki tolak ukur kesuksesan yang berbeda.

Ada orang yang merasa sukses ketika dia sudah tidak memiliki kekhawatiran dengan apa yang akan dia makan besok.

Ada yang merasa sukses ketika sudah bisa membeli berbagai macam barang tanpa melihat label harga.

Selain itu, ada juga orang yang menganggap bahwa sukses itu ketika mereka tidak lagi bergantung pada orang tua. Salah satu cara agar tidak lagi bergantung kepada orang tua adalah dengan tinggal terpisah dari mereka.

Makna kesuksesan akan semakin sempurna ketika kita bisa tinggal terpisah dari orang tua di rumah yang kita beli dengan uang hasil kerja keras kita selama bertahun-tahun.

Namun, sebelum menyepakati perjanjian jual beli rumah, ada baiknya kita mempertimbangkan rumah yang akan dibeli adalah rumah baru atau rumah bekas. Baik rumah baru dan rumah bekas memiliki kelebihan dan kekurangan yang akan dijelaskan di bawah ini.

GAMBAR perjanjian jual beli rumah

Pic Source: Pixabay.com

Perjanjian Jual Beli Rumah Baru

Ada beberapa keuntungan yang akan kita dapatkan jika kita melakukan perjanjian jual beli rumah yang kondisinya masih baru. Keuntungan yang paling jelas dari membeli rumah yang kondisinya masih baru adalah kebebasan.

Dalam hal ini, kita memiliki kebebasan untuk mengatur rumah impian kita sesuai dengan apa yang kita impikan. Kita bisa mendesain tata letak rumah sesuai dengan keinginan kita, termasuk memutuskan berapa jumlah kamar, warna cat rumah dan peletakkan furnitur.

Keuntungan Membeli Rumah Baru

Jika kita memutuskan melakukan perjanjian jual beli rumah baru di sebuah kompleks perumahan, maka ada satu keuntungan yang bisa didapat yaitu jaminan keamanan.

1) Aman

Umumnya, kompleks perumahan yang ada saat ini menerapkan model cluster. Cluster adalah pengelompokan rumah menjadi kelompok kecil. Setiap cluster akan memiliki satu gerbang yang dijaga ketat oleh petugas keamanan selama 24 jam.

Sehingga, sangat kecil kemungkinan orang asing bisa masuk ke dalam cluester tanpa izin dari petugas keamanan.

2) Jaminan Perlindungan

Selain mendapatkan jaminan keamanan, melakukan perjanjian jual beli rumah dalam kondisi masih baru juga akan mendapatkan jaminan perlindungan.

Perlindungan yang dimaksudkan dalam perjanjian jual beli rumah adalah asuransi jika terjadi kerusakan pada rumah, seperti atap yang sudah bocor atau tembok yang sudah retak.

Untuk mendapatkan uang untuk memperbaiki kerusakan tersebut, tentu saja kita harus mengajukan klaim terhadap pengembang. Tata cara pengajuan klaim asuransi untuk kerusakan rumah biasanya sudah tercantum dengan jelas di dalam surat perjanjian jual beli rumah.

3) Menghemat Pengeluaran

Selain itu, kita bisa menghemat pengeluaran jika kita melakukan perjanjian jual beli rumah di kompleks perumahan yang baru dibangun dan penghuninya masih sedikit.

Pengembang akan memberikan berbagai macam promo, seperti uang muka dengan nominal yang rendah dan cicilan setiap bulan yang rendah.

Di sisi lain, perjanjian jual beli rumah dengan kondisi baru memiliki beberapa kerugian. Pertama, jika kita membeli rumah baru di kompleks perumahan yang masih baru tentu saja penghuni kompleks perumahan tersebut masih sedikit. Alhasil kita tidak memiliki tetangga.

Kerugian lain yang bisa didapat dari perjanjian jual beli rumah baru adalah terkait pembayaran rumah. Jika kita membeli rumah baru di kompleks perumahan pembayaran dibagi menjadi tiga jenis, yaitu booking fee, down payment (DP) dan cicilan per bulan.

Perjanjian Jual Beli Rumah Baru

Booking fee atau uang booking adalah uang yang kita keluarkan setelah kita sudah yakin dengan pilihan membeli rumah baru di kompleks perumahan. Usai membayarkan booking fee kepada pengembang kita akan diberikan surat perjanjian jual beli rumah.

1) Pahami Isi Surat

Ada baiknya kita membaca secara seksama surat perjanjian jual beli rumah tersebut sebelum menandatanganinya. Kita juga tidak perlu ragu untuk bertanya pasal-pasal dalam surat perjanjian jual beli rumah yang belum dimengerti atau pasal-pasal dalam surat tersebut yang sekiranya memberatkan kita.

Pastikan kita sudah memahami secara keseluruhan isi dari surat perjanjian jual beli rumah beserta konsekuensi atau penalti jika kita melanggar isi perjanjian tersebut. Barulah kita menandatangani surat tersebut.

2) Uang Muka

Namun, membayar booking fee serta menandatangani surat perjanjian jual beli rumah tidak menandakan bahwa rumah tersebut adalah milik kita. Rumah yang kita incar masih bisa dimiliki oleh orang lain jika kita tidak membayarkan DP atau uang muka sesuai kesepakatan.

DP atau uang muka harus dibayarkan tepat waktu untuk menghindari rumah tersebut dibeli oleh orang lain. Atau, jika rumah incaran kita tidak dibeli oleh orang lain maka kita akan dikenakan bunga sekian persen karena terlambat melunasi uang muka.

Sebelum membayar uang muka, perlu diketahui bahwa semakin besar uang muka yang dibayarkan maka semakin kecil pula cicilan dan bunga setiap bulannya. Sebaliknya, jika nominal uang mukanya kecil maka semakin besar cicilan dan bunga yang harus kita bayarkan setiap bulan.

3) Asuransi

Biasanya di dalam surat perjanjian jual beli rumah baru akan dicantumkan pilihan untuk melindungi rumah kita dengan asuransi. Perlindungan yang akan diberikan oleh jasa penyedia asuransi rumah meliputi bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan gempa bumi serta kecelakaan seperti kebakaran.

Sebagian besar pembeli rumah baru akan setuju dengan tawaran asuransi tersebut. Alhasil, pengeluaran setiap bulan menjadi semakin membengkak karena kita harus membayar cicilan, bunga dan premi asuransi.

Kita bisa menolak tawaran mengasuransikan rumah jika kita yakin bahwa lokasi rumah kita jauh dari tempat yang bisa memicu bencana alam seperti sungai, bukit atau gunung.

4) Jasa Notaris

Kerugian yang sering dirasakan oleh para pembeli rumah baru adalah pengeluaran yang besar untuk membayar jasa notaris. Peran notaris dalam proses perjanjian jual beli rumah memang penting. Notaris akan melegalkan perjanjian tersebut atas nama hukum.

Jasa pengembang biasanya menyediakan notaris. Namun, biaya jasanya terkadang terlalu mahal dan tidak disertai transparansi mengenai biaya tersebut. Bahkan notaris yang disediakan oleh jasa pengembang cenderung akan membela pihak pengembang daripada pembeli.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya kita membawa notaris sendiri. Selain ada transparansi dana, notaris yang kita bawa akan membela kita sehingga kita tidak menjadi pihak yang merugi.

Membeli rumah yang kondisinya masih baru akan menghabiskan banyak waktu karena kita harus menunggu setidaknya tiga bulan untuk menempati rumah tersebut.

Rumah yang sudah dibangun tidak serta-merta bisa ditempati karena belum ada furniturnya. Alhasil, kita harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli furnitur rumah seperti sofa, meja, ranjang, lemari, kulkas dan lain-lain. Terkadang biaya yang dikeluarkan untuk membeli furnitur sama dengan biaya membangun rumah.

Perjanjian Jual Beli Rumah Bekas

Membeli rumah yang kondisinya sudah bekas akan memberikan beberapa keuntungan untuk kita. Keuntungan yang paling jelas dari membeli rumah bekas adalah harga jual rumah yang lebih murah dibandingkan rumah baru meski pun kondisi dan luasnya sama.

Keuntungan Membeli Rumah Bekas

Harga dari rumah bekas bisa menjadi semakin rumah jika rumah tersebut sudah dibangun belasan bahkan puluhan tahun yang lalu. Apalagi jika lokasi rumah bekas tersebut tidaklah strategis, seperti berada di dalam gang sempit, jauh dari fasilitas umum dan jalan utama.

1) Murah

Selain itu, membeli rumah bekas tidak melulu dilakukan dengan sistem pembayaran tunai. Sekarang rumah bekas bisa dibeli dengan sistem kredit layaknya rumah baru di kompleks perumahan.

Jika kita ingin membeli rumah bekas maka pihak yang menentukan nominal angsuran dan bunga setiap bulannya adalah pihak bank. Sebelum pihak bank menentukan harga cicilan rumah bekas, mereka akan melakukan survei secara menyeluruh untuk menilai rumah bekas tersebut.

2) Langsung Menempati Rumah

Keuntungan lain yang bisa didapatkan dari membeli rumah yang kondisinya sudah bekas adalah kita tidak perlu menunggu waktu lama untuk menempati rumah tersebut.

Rumah bekas sudah pasti dibangun dengan fasilitas yang lengkap seperti listrik dan juga air. Bahkan banyak rumah bekas yang dijual lengkap dengan furniturnya. Betapa beruntungnya kita jika bisa membeli rumah bekas dengan harga yang murah dengan furnitur yang lengkap.

Di balik banyak keuntungan dari membeli rumah bekas, ada beberapa kerugian yang bisa kita dapatkan dari membeli rumah bekas. Membeli rumah bekas bisa lebih mahal dari membeli rumah baru jika kondisi rumah tersebut tidaklah baik.

Di rumah tersebut ada beberapa kerusakan seperti atap yang sudah bocor, tembok yang sudah retak, cat tembok yang sudah mengelupas atau kayu penyokong rumah yang sudah rapuh.

Mau tidak mau kita harus memperbaiki bahkan mengganti kerusakan yang ada di rumah bekas agar rumah tersebut bisa kita huni dengan nyaman.

Baca Juga : Memahami Lebih Jauh Tentang Akta Jual Beli (AJB)

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh KPR, Solusi Beli Rumah Baru

Dana yang dikeluarkan untuk membeli rumah bekas akan semakin membengkak jika desain, tata letak atau warna dinding dari rumah bekas tersebut tidak sesuai dengan keinginan kita. Sehingga, tidak ada pilihan selain merenovasi rumah tersebut sesuai dengan keinginan kita.

Selain itu, membeli rumah bekas membutuhkan kecermatan yang tinggi. Kita tidak boleh asal pilih rumah bekas meskipun harganya murah, furniturnya lengkap dan lokasinya yang strategis.

Terkadang kita tidak tahu alasan penjualan rumah tersebut. Banyak rumah bekas yang berada di lokasi yang strategis dijual dengan harga yang murah dan sudah dilengkapi dengan furnitur. Ternyata rumah tersebut dijual dengan harga yang murah karena rumah tersebut angker.

Isi Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

Setelah mempertimbangkan antara membeli rumah baru atau rumah bekas, maka kita perlu membuat surat perjanjian jual beli rumah. Surat perjanjian jual beli rumah merupakan surat yang memiliki kekuatan hukum karena disahkan oleh notaris.

Surat perjanjian jual beli rumah perlu dibuat untuk memberikan perlindungan kepada kedua pihak yang terlibat perjanjian dari kerugian. Dengan adanya surat perjanjian tersebut, maka perselisihan akibat kesalahpahaman bisa teratasi.

Ada beberapa poin yang harus ada di dalam surat perjanjian jual beli rumah.

1) Identitas

Poin yang pertama adalah identitas dari kedua belah pihak yang terlibat dalam perjanjian. Identitas tersebut meliputi nama, umur, nomor identitas, pekerjaan dan alamat.

2) Pasal Perjanjian

Poin selanjutnya adalah pasal-pasal perjanjian yang sudah disepakati antara pihak pengembang dan pihak pembeli. Pasal-pasal tersebut harus dibuat tanpa ada unsur paksaan atau merugikan salah satu pihak.

3) Tanda Tangan

Poin terakhir yang harus ada di dalam surat perjanjian jual beli rumah adalah tanda tangan beserta nama terang dari kedua belah pihak dan juga materai untuk membuktikan bahwa surat perjanjian tersebut memiliki nilai hukum.

Leave a Reply